Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kurikulum Merdeka dari perspektif filsafat pendidikan eksistensialisme, dengan fokus pada metode mengajar dan peran guru, refleksi dan kemandirian siswa, serta tantangan implementasi kurikulum. Penelitian menggunakan metode studi pustaka melalui kajian buku, jurnal, dan artikel ilmiah relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek, eksplorasi, dan pengalaman nyata, memungkinkan siswa mengeksplorasi minat dan bakat, berpikir kritis, serta melakukan refleksi diri. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi dan mendukung kebebasan serta tanggung jawab siswa. Tantangan implementasi meliputi perbedaan dengan pendidikan konvensional, kesiapan guru dan siswa, penyesuaian metode, analisis hasil belajar, dan pemerataan akses sumber daya. Kajian ini menegaskan bahwa prinsip eksistensialisme tercermin dalam kebebasan, tanggung jawab, dan pengembangan potensi siswa secara mandiri.
Copyrights © 2025