Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TPACK Dalam Pembelajaran Sains Abad 21: Systematic Literature Review St. Fatima Kadir; Arifah Novia Arifin; Nurul Afifah Ahqaf; Muarifah Muarifah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran sains abad ke-21 yang mencakup 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration). Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 31 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2023 hingga 2025 melalui basis data Scopus. Hasil kajian menunjukkan bahwa tren penelitian TPACK dalam pembelajaran sains mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir, yang mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap integrasi teknologi, pedagogi, dan konten dalam pendidikan abad ke-21. Analisis juga mengungkapkan bahwa Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) berkontribusi signifikan terhadap penguatan keterampilan abad ke-21 melalui pembelajaran berbasis proyek, penggunaan teknologi inovatif seperti augmented reality (AR), virtual laboratory, dan artificial intelligence (AI), serta strategi pedagogis yang berpusat pada peserta didik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penerapan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terbukti dapat mendorong pembelajaran sains yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual, sekaligus memperkuat kompetensi berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif peserta didik.
Kurikulum Merdeka dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Eksistensialisme Muarifah Muarifah; Ismail Ismail
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 1: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i1.70269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kurikulum Merdeka dari perspektif filsafat pendidikan eksistensialisme, dengan fokus pada metode mengajar dan peran guru, refleksi dan kemandirian siswa, serta tantangan implementasi kurikulum. Penelitian menggunakan metode studi pustaka melalui kajian buku, jurnal, dan artikel ilmiah relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek, eksplorasi, dan pengalaman nyata, memungkinkan siswa mengeksplorasi minat dan bakat, berpikir kritis, serta melakukan refleksi diri. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi dan mendukung kebebasan serta tanggung jawab siswa. Tantangan implementasi meliputi perbedaan dengan pendidikan konvensional, kesiapan guru dan siswa, penyesuaian metode, analisis hasil belajar, dan pemerataan akses sumber daya. Kajian ini menegaskan bahwa prinsip eksistensialisme tercermin dalam kebebasan, tanggung jawab, dan pengembangan potensi siswa secara mandiri.
Upaya Mewujudkan Lingkungan Pembelajaran yang Efektif melalui Pendekatan Fisik, Sosial, dan Psikologis: Kajian Literatur Zhalfariani Narsan; Nanda Adrian M.; Muarifah Muarifah; Mushawwir Taiyeb
UNM Journal of Biological Education Vol 7, No 2 (2025): Vol 7 No 2 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ujbe.v7i2.85203

Abstract

Ketimpangan antara kondisi ideal dan realitas lingkungan belajar di Indonesia menunjukkan bahwa pembelajaran belum mengintegrasikan dimensi fisik, sosial, dan psikologis secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik lingkungan belajar yang efektif, menganalisis peran pendidik dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta merumuskan strategi pembelajaran berbasis pendekatan multidimensional. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif analitis. Pengumpulan literatur dilakukan melalui database Google Scholar dan menghasilkan 14 artikel jurnal relevan dengan rentang tahun publikasi 2020–2025. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi temuan berdasarkan dimensi fisik, sosial, dan psikologis, serta sintesis hasil kajian untuk memperoleh kesimpulan yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan belajar dengan dimensi fisik yang ergonomis, interaksi sosial yang suportif, dan iklim psikologis yang aman berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar dan hasil akademik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ketiga dimensi tersebut dalam desain lingkungan belajar dapat menjembatani kesenjangan antara konsep pedagogis dan praktik pembelajaran, serta menjadi acuan bagi guru dan pemangku kebijakan pendidikan dalam merancang pembelajaran yang lebih responsif dan berpusat pada peserta didik.
Pelatihan Pembuatan Hidroponik TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dari Barang Bekas untuk Mewujudkan Apotek Hidup Ramah Lingkungan di Kecamatan Camba Kabupaten Maros Firdaus Daud; Syamsiah Syamsiah; Andi Asmawati Azis; Dian Aswita; St. Fatima Kadir; Muarifah Muarifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Oktober: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/abdimas45.v5i2.8181

Abstract

Increasing household plastic bottle waste and the underutilization of backyard land require community-based solutions. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of the Women Farmers’ Group (KWT) in Sawaru Village, Camba Subdistrict, Maros Regency, in reusing plastic bottles as hydroponic media for Family Medicinal Plants (TOGA) and developing a community-based Living Pharmacy. The program adopted the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach through five stages: socialization, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. Fifteen KWT members participated in training on wick-system hydroponics using recycled plastic bottles and cups, TOGA cultivation, and Living Pharmacy management. Evaluation involved pre-tests, post-tests, and questionnaires analyzed using descriptive quantitative methods. The results showed that the average knowledge score increased from 46.67 to 88.00, with an N-Gain of 0.77, categorized as high. Participant responses were positive, with 86.67% strongly agreeing and 13.33% agreeing that the program was beneficial. All participants (100%) expressed willingness to continue hydroponic TOGA cultivation independently at home. These findings indicate that reusing plastic waste as hydroponic media provides a simple, environmentally friendly, and sustainable alternative for optimizing home gardens. The program also promotes community self-reliance through waste reduction, medicinal plant cultivation, and productive use of household land.