Makan pagi merupakan bagian penting dari gizi seimbang yang membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian. Namun, kualitas sarapan siswa tidak selalu sesuai dengan pedoman Isi Piringku, yang merekomendasikan konsumsi bahan pokok, sumber protein, sayuran, dan buah dalam satu kali makan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kecocokan praktik sarapan siswa berdasarkan panduan Isi Piringku. Penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap 47 mahasiswa kelas B dari kelompok 2025 di Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo. Semua siswa yang hadir saat pengumpulan data termasuk dalam teknik pengambilan sampel total. Data dikumpulkan melalui metode pencatatan pengambilan makanan dalam 24 jam dan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasilnya menunjukkan bahwa 63,83% dari siswa memakan sarapan, sedangkan 36,17% tidak memakan sarapan. Berdasarkan komponen Isi Piringku, hanya 4,26% yang memakan sarapan lengkap, 12,77% memakan tiga komponen, 29,79% memakan dua komponen, dan 17,02% hanya memakan satu komponen. Menu sarapan sebagian besar terdiri dari makanan yang kaya akan karbohidrat, sedangkan konsumsi sayur dan buah tetap terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas sarapan siswa masih perlu ditingkatkan melalui pendidikan gizi dan penerapan pedoman Isi Piringku untuk mendorong praktik makan yang lebih seimbang.
Copyrights © 2026