Tenaga Kependidikan atau Tendik bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Banyaknya beban kerja yang dilakukan menyebabkan stres kerja. Namun tingginya psychological capital dalam diri dapat menangani stres kerja yang dirasakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan stres kerja pada tenaga kependidikan akademik. Sebanyak 140 pegawai dari 12 fakultas dan 1 biro Universitas Syiah Kuala dipilih dengan teknik accidental sampling mengisi instrumen penelitian berupa skala Health and Safety Executive Work Related Stress Scale in Indonesia (HESWRSS) dan Psychological Capital Questionnaire 24 (PCQ-24). Analisa data dilakukan menggunakan Pearson Correlation dan menunjukkan korelasi antara psychological capital dengan dimensi support managerial (r=0.220, p=0.009), dimensi support colleague ( r=-0.574, p=<0.001), dimensi relationship ( r=-0.264, p=0.002), dimensi role (r=0.585, p=<0.001) dan dimensi change (r=-0.505, p=<0.001). Namun, tidak terdapat korelaso antara psychological capital dengan dimensi demands (r=0.055, p=0.521) dan dimensi control (r=0.047, p=0.579). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan psychological capital, khususnya melalui dukungan manajerial dan kejelasan peran, berperan dalam membantu mengelola stres kerja pada tenaga kependidikan akademik, meskipun terdapat faktor lain yang turut memengaruhi hubungan tersebut.
Copyrights © 2026