Mahasiswa Tuli masih menghadapi hambatan akses komunikasi ketika pembelajaran lisan berlangsung cepat, melibatkan diskusi banyak orang, atau tidak selalu didampingi juru bahasa isyarat. Penelitian ini mengembangkan StuDeaf, aplikasi Android speech-to-sign yang menampilkan transkripsi teks dan avatar BISINDO untuk mendukung kemandirian belajar Teman Tuli di Malang. Penelitian berfokus pada rekayasa perangkat lunak, bukan pelatihan model, sehingga layanan speech-to-text, pemetaan teks-ke-isyarat, dan peringkasan diperlakukan sebagai komponen black-box yang diintegrasikan melalui backend FastAPI. Aplikasi dibangun menggunakan Kotlin, Jetpack Compose, arsitektur MVVM, autentikasi, PostgreSQL/Supabase, dan REST API. Pengujian dilakukan melalui uji fungsional, uji latensi, uji stabilitas 50 sesi, serta evaluasi usability kepada 11 responden Tuli menggunakan instrumen berbasis System Usability Scale. Hasil menunjukkan fitur utama berjalan sesuai skenario, latensi kalimat pendek berada pada 5-10 detik, latensi kalimat panjang 10-15 detik, crash-free rate mencapai 100%, dan skor usability sebesar 70,8. StuDeaf menunjukkan kelayakan awal sebagai prototipe perangkat lunak bantu, meskipun optimasi latensi, perluasan kosakata, dan peningkatan naturalitas avatar masih diperlukan.
Copyrights © 2026