Pergeseran pola konsumsi informasi masyarakat ke platform digital, khususnya TikTok yang tercatat sebagai media sosial paling sering diakses di Indonesia pada 2026 dengan persentase 31,8%, mendorong media arus utama untuk mengadaptasi format produksi kontennya. Republika merespons hal ini dengan menghadirkan program live streaming "Beritain Aja!" di TikTok sejak Mei 2025. Penelitian ini mengkaji bagaimana manajemen redaksi Republika dijalankan dalam produksi program tersebut melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif (Yin, 2018) dan paradigma konstruktivisme (Denzin & Lincoln, 2009). Teori yang digunakan adalah fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dari George R. Terry (1954) yang dioperasionalkan pada tiga tahapan produksi siaran menurut Morissan (2018). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan dari tim produksi, observasi tayangan program, studi literatur, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran program ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran institusional terhadap citra Republika yang dianggap identik dengan pembaca generasi tua, serta dorongan strategis dari pihak TikTok sendiri. Penerapan POAC pada “Beritain Aja!” menunjukkan karakter yang berbeda dari redaksi media berbasis teks, yakni keempat fungsi manajemen berlangsung berhimpitan akibat tuntutan siaran langsung, batas peran antar tim bersifat cair, dan kendali redaksi dibatasi oleh kebijakan platform pihak ketiga. Hambatan yang dihadapi mencakup gangguan teknis berulang, pembatasan kebijakan komunitas TikTok, dan keterbatasan sumber daya manusia.
Copyrights © 2026