Kajian ini dilaksanakan berdasarkan pada kondisi dimana peserta didik di SMPN 5 Solok Selatan yang masih menunjukkan kurangnya minat sekaligus rendahnya hasil evaluasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Peserta didik kurang antusias, pasif, dan kurang fokus dalam pembelajaran karena praktik belajar mengajar yang terjadi di lapangan menunjukkan tingginya ketergantungan peserta didik pada penyampaian materi secara lisan oleh guru, yang pada akhirnya komunikasi timbal balik selama proses belajar mengajar tidak terjadi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya minat belajar peserta didik dan hasil belajar yang hampir separuh dari total peserta didik belum tuntas. Studi ini dirancang untuk mengukur efektivitas dari penggunaan metode fun learning dalam menumbuhkan ketertarikan sekaligus memperbaiki nilai akhir peserta didik. Kajian ini bersandar pada kerangka penelitian kuantitatif yang menerapkan skema Quasi-experimental design, tepatnya dengan menggunakan pola kelompok kontrol yang tidak setara (Nonequivalent Control Group design). Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan tes. Kelas VIII A dijadikan kelas eksperimen, sedangkan VIII B sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, metode fun learning terbukti mampu meningkatkan minat belajar peserta didik secara signifikan dengan indeks N-Gain 0,75 (kategori tinggi) dan tingkat efektivitas mencapai 75,95%. Peningkatan hasil belajar peserta didik turut dibuktikan oleh indeks N-Gain sebesar 0,71. Angka ini masuk dalam kriteria tinggi, dengan capaian persentase efektivitas di level 71,83%. Berbeda dengan temuan tersebut, eskalasi hasil pengujian yang terpantau pada kelas kontrol justru berada pada rentang yang lebih minim. Hasil analisis statistik menggunakan uji paired sample t-test (uji-t) mengonfirmasi eksistensi disparitas yang bermakna pada tingkat ketertarikan dan perolehan belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.
Copyrights © 2026