Keausan merupakan faktor yang menentukan umur pahat, maka pertumbuhannya perlu ditinjau dengann memperhatikan faktor utama atau faktor dominan dari mekanisme keausan pahat. Agar mata pahat dapat digunakan dalam waktu yang lebih lama, mata pahat ahrus digunakan sebaik mungkin dan dilakukan pengasahan dan perbaikan (Rekondisi) bila terjadi keausan. Tujuan dalam peneliti ini adal untuk mengetahui keausan tepi (VB) pahat dengan memvariasikan diameter pahat (d) dan putaran spindle (n) yang dilakukan pada material benda kerja S45C, kedalaman 7mm dengan menggunakan pendinggin dan tanpa pendingin pada mata pahat HSS ( High Speed Steel) yang baru dan yang telah mengalami pengasahan. Dari hasil pengukuran keausan tepi (VB) pahat untuk tiap-tiap perlakuan ukuran dan putaran spindle pahat, pada fase tanpa pendinginan keausan terbesar terjadi pada pahat yang mengalami pengasahan dan keausan tepi (VB) terkecil terjadi pada pahat yang belum mengalami pengasahan (pahat baru). Sedangkan untuk fase menggunakan pendingin keausan tepi (VB) pahat terkecil terjadi sebelum pahat pengasahan (pahat baru) dan keausan tepi (VB) terbesar terjadi setelah mengalami pengasahan pahat.
Copyrights © 2025