Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISA POTENSI ENERGI ANGIN DI DAERAH ACEH BESAR SEBAGAI SUMBER LISTRIK UNTUK MENGGERAKKAN POMPA DI AREAL PERTANIAN Teuku Zulfadli; Andi Mulkan
Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Geuthee : Penelitian Multidisiplin
Publisher : Geuthèë Institute, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.7 KB) | DOI: 10.52626/jg.v2i2.39

Abstract

Sistem drainase yang tidak baik merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di beberapa daerah di kawasan Aceh besar yang merupakan areal pertanian. Berbagai macam usaha telah dilakukan oleh para petani diantaranya dengan mengalirkan air dari sumur dengan menggunakan pompa listrik. Keadaan ini membuat para petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membuat instalasi listrik untuk menggerakkan pompa air dimana diperlukan kabel listrik yang panjang agar pompa dapat teraliri arus listrik. Untuk mengatasi permasalahan ini maka perlu dilakukan analisa potensi energi angin sebagai sumber energi listrik pada sistem pengairan di daerah pertanian Aceh Besar, terutama di desa Blang Krueng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sumber energi angin sebagai sumber listrik untuk menggerakkan pompa pada sistem drainase pertanian di Desa Blang Krueng Kabupaten Aceh Besar. Luas lahan pertanian yang menjadi analisis dalam penelitian ini adalah ± 0,5 Hektar. Metode pengambilan data penelitian ini dilakukan dengan mengukur kecepatan angin dan analisa kebutuhan daya yang diperlukan untuk menggerakkan pompa. Dari hasil analisa diketahui bahwa kecepatan angin rata-rata pada Bulan April, Mei dan Juni 2019 berturut-turut adalah 2,93 m/s, 3,12 m/s dan 2,91 m/s dengan rata-rata selama tiga bulan 2,98 m/s. Nilai kecepatan ini dapat dikatagorikan untuk penggunaan turbin angin kecepatan rendah (low speed wind turbine). 
ANALISIS KINERJA SISTEM PENDINGIN RADIATOR MENGGUNAKAN 3 JENIS AIR COOLANT YANG BERBEDA PADA MESIN TOYOTA: Alqi Fahri; Kamarullah; muhammad yusuf; Andi Mulkan; Misswar Abd
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendingin berfungsi untuk menjaga temperatur kerja dari kendaraan bermotor, agar temperaturnya tidak melebihi ambang batasnya (over heating) Air yang digunakan adalah Air Biasa, Velux Radiator Coolant dan Toyota Long Life Coolant. Pengujian dilakukan pada jarak 10 sampai 50 KM. Dari hasil penelitian di peroleh, tingkat tertinggi setelah diambil rata-rata dari setiap putaran mesin adalah terletak pada penggunaan air biasa, dimana air biasa memiliki rata-rata temperatur di arah in radiator sebesar 97,3 dan di arah out sebesar 78,9 . Coolant dengan merek Velux Radiator Coolant, yaitu memiliki temperatur di arah in radiator rata-rata sebesar 95,6 dan di arah out sebesar 80 . Diikuti dengan coolant merek toyota long life coolant, dimana memiliki temperatur rata-rata pada arah in sebesar 92,5 dan dari arah out sebesar 77,5 Dimana kapasitas aliran air dan udara pada mesin toyota avanza adalah sebesar 0,8337 kg/det dan sebesar 0,0055 kg/det. Dan kapasitas laju perpindahan panas air dan udara pada radiator adalah sebesar 50,09 J/det dan sebesar 49,92 J/det. Kemudian kapasitas aliran air dan udara pada mesin toyota avanza adalah sebesar 0,0007 kg/det dan sebesar 0,0052 kg/det. Dan kapasitas laju perpindahan panas air dan udara pada radiator adalah sebesar 51,706 J/det dan sebesar 52,73 J/det. Jadi kapasitas aliran air dan udara pada mesin toyota avanza adalah sebesar 0,0007 kg/det dan sebesar 0,0051 kg/det. Dan kapasitas laju perpindahan panas air dan udara pada radiator adalah sebesar 52,48 J/det dan sebesar 53,29 J/det.
ANALISIS VISKOSITAS PADA SISTEM PELUMASAN TOTOYA HARDTOP: perbandingan temperatur minyak pelumas dan nilai viskositas dari penggunaan minyak pelumas Muhammad Daffa; kamarullah; misswar; Andi Mulkan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 2 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pada bidang otomotif khususnya motor pembakaran dalam, sirkulasi oli pada mesin berperan sebagai pelumas. Sistem pelumasan adalah suatu zat kimia yang umumnya berupa cairan yang diberikan di antara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dimana tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar perbandingan temperatur minyak pelumas dan nilai viskositas dari penggunaan minyak pelumas drum dan minyak pelumas MesranSuper. Pengujian ini dilakukan pada jarak 10 km, 20 km, 30 km, 40 km, 50 km. Data penelitian akan diolah dengan menggunakan rumus perbandingan persentase. Dari hasil penelitian diperoleh temperatur minyak pelumas drum sebesar 44,5˚C, 49,3˚C, 56,5˚C, 63,7˚C, dan 69,1˚C. Penelitian dengan minyak pelumas Mesran Super diperoleh suhu 43,5˚C, 47,9˚C, 54,5˚C, 59,7˚C, dan 62,1˚C. Dari hasil penelitian diketahui nilai kekentalan minya­k pelumas drum adalah 7,1 Pa.s, 6,71 Pa.s, 6,32 Pa.s, 6,00 Pa.s, 5,68 Pa.s. Penelitian dengan minyak pelumas Mesran Super diperoleh nilai viskositas sebesar 8,13 Pa.s, 7,86 Pa.s, 6,71 Pa.s, 6,19 Pa.s, 5,81 Pa.s. Temperatur yang tinggi dapat mengubah nilai kekentalan oli, selain temperatur yang tinggi, faktor lain yang mempengaruhi kekentalan adalah kecepatan putaran mesin dan tekanan pada mesin.
Analisis Daya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sebagai Sumber Energi Alternatif pada Alat Penetas Telur Puyuh: Analisis Daya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sebagai Sumber Energi Alternatif pada Alat Penetas Telur Puyuh Kamarullah; Miswar Abd; Muhammad Nawawi; Andi Mulkan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif pada alat penetas telur puyuh dengan daya beban sebesar 90 watt. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kebutuhan energi listrik di sektor peternakan unggas, khususnya bagi wilayah pedesaan yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik konvensional (PLN). Metodologi penelitian mencakup perancangan sistem PLTS skala kecil yang terdiri atas panel surya, baterai penyimpanan energi, charge controller, dan inverter, dengan dua skenario waktu operasi, yaitu kontinyu 24 jam dan siang hari selama 8 jam. Analisis dilakukan untuk menentukan kapasitas panel surya dan baterai optimal berdasarkan nilai Peak Sun Hours (PSH) rata-rata 4,8 kWh/m²/hari dengan asumsi kerugian sistem sebesar 20%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan energi harian sebesar 720–2.160 Wh, dibutuhkan kapasitas panel surya antara 180–300 Wp dan baterai sebesar 150–200 Ah (12 VDC), tergantung pada durasi operasi dan kondisi cuaca. Pengujian lapangan menunjukkan efisiensi sistem berada pada kisaran 80–85%, dengan performa terbaik diperoleh saat intensitas radiasi matahari tinggi dan suhu lingkungan stabil. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sistem PLTS berkapasitas kecil mampu menyediakan suplai energi yang cukup stabil dan efisien bagi alat penetas telur puyuh, serta berpotensi diterapkan pada skala peternakan kecil di wilayah pedesaan. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat mendukung transisi energi bersih, mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil, dan meningkatkan produktivitas peternak unggas secara berkelanjutan.
ANALISA KEAUSAN TEPI PADA PAHAT REKONDISI DAN TANPA REKONDISI PADA PROSES GURDING BAJA KARBON SEDANG S45C misswar Abd; kamarullah; Andi Mulkan; ferri festika
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keausan merupakan faktor yang menentukan umur pahat, maka pertumbuhannya perlu ditinjau dengann memperhatikan faktor utama atau faktor dominan dari mekanisme keausan pahat. Agar mata pahat dapat digunakan dalam waktu yang lebih lama, mata pahat ahrus digunakan sebaik mungkin dan dilakukan pengasahan dan perbaikan (Rekondisi) bila terjadi keausan. Tujuan dalam peneliti ini adal untuk mengetahui keausan tepi (VB) pahat dengan memvariasikan diameter pahat (d) dan putaran spindle (n) yang dilakukan pada material benda kerja S45C, kedalaman 7mm dengan menggunakan pendinggin dan tanpa pendingin pada mata pahat HSS ( High Speed Steel) yang baru dan yang telah mengalami pengasahan. Dari hasil pengukuran keausan tepi (VB) pahat untuk tiap-tiap perlakuan ukuran dan putaran spindle pahat, pada fase tanpa pendinginan keausan terbesar terjadi pada pahat yang mengalami pengasahan dan keausan tepi (VB) terkecil terjadi pada pahat yang belum mengalami pengasahan (pahat baru). Sedangkan untuk fase menggunakan pendingin keausan tepi (VB) pahat terkecil terjadi sebelum pahat pengasahan (pahat baru) dan keausan tepi (VB) terbesar terjadi setelah mengalami pengasahan pahat.
SISTEM PERAWATAN SECARA PERIODIK MESIN DIESEL SULZER 12 ZV 40/48 PADA PT. PLN (PERSERO) LUENG BATA, KOTA BANDA ACEH misswar; kamarullah; Andi Mulkan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel di PT. PLN (Persero) Sektor Lueng Bata merupakan mesin produksi listrik yang pengaplikasiannya secara kontinyu, oleh sebab itu pemeliharaan sebagai pencegah kegagalan/kerusakan mesin meri pazan hal utama di perusahaan penyedia listrik tersebut. Pemeliharaan ters, but merupakan fungsi yang sangat penting untuk menjamin kelancaran suatu pro..es karena pemeliharaan merupakan suatu kegiatan untuk menjaga fasilitas yang diperlukan agar beroperasi optimal sesuai dengan rencana. Penyebab yang paling mendasar dari kegagalan adalah kurangyna memperhatikan, menerapakan, dan mengimplementasikan dasar pemeliharaan mesin tersebut (Basic Maintenance). Tidak memahami falsafah maintenance dengan benar yang menyebabkan adanya pengmbilan keputusan operasi dan pemeliharaan yang menjurus ke kegagalan. Agar teraplikasinya pemeliharaan dengan baik dan benar maka penjadwalan maintenance tetap sangat diperlukan dengan menempatkan prediksi waktu dari pemeliharaan tersebut pada tahap akhir dalam rangka mencapai kondisi Zero Breakdown sehingga kondisi mesin dapat dipertahankan dan layak dalam penggunaannya serta mencapai hasil yang optimal.
ANALISA UNJUK KERJA PERFORMANCE MESIN DIESEL CATERPILLAR 3516 B PADA PLTD ANEUK LAOT SABANG misswar; Fatani; kamarullah; Andi Mulkan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelangkan akan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi mendorong dilakukannya penelitian-penelitian untuk penghematan energi. Sebagai bangsa yang besar dengan jumlah penduduk lebih dari 235 juta jiwa, indonesia memiliki masalah energi yang cukup mendasar. Produksi minyak bumi yang terus menurun dan konsumsi yang terus meningkat. Secara rinci, proses pembakaran pada sebuah motor bakar torak perlu diteliti ulang untuk mengetahui peranan variabel-variabel yang dapat mempengaruhi prestasi motor bakar tersebut, dengan menggunakan asumsi-asumsi karakteristik ideal motor bakar yang merupakan dasar dari analisa kerja mesin diesel. Pada tulisan ini dibahas unjuk kerja atau efisiensi motor bakar torak mesin diesel Caterpillar 3516 B. Perhitungan unjuk kerja/performance mesin diesel Caterpillar 3516 B pada PLTD Aneuk Laot Sabang, berdasarkan data yang di ambil di lapangan dengan rasio jumlah pemakaian bahan bakar dan produksi kWh, kemudian di bandingkan dengan analisa efisiensi mesin secara unjuk kerja/performance, maka kita mendapatkan untuk kondisi At pada Cooler udara masuk untuk masing-masing 10°, 20°, 30°, maka kita memperoleh SFC pada At = 10° sebesar 0,232 kg/kwh, pada At = 20° sebesar 0,237 kg/kWh, dan pada At = 30° sebesar 0,242 kg/kWh. Sedangkan data yang di keluarkan oleh PLTD Aneuk Laot Sabang menunjukkan bahwa SFC nya adalah 0,266 liter/kWh atau 0,232 kg/kWh, maka dapat diambil kesimpulan bahwa mesin diesel Caterpillar 3516 B pada PLTD Aneuk Laot Sabang masih dalam kondisi baik dan bekerja pada At Cooler 10°.
Studi Komparatif Konsumsi Energi Mesin Penetas Telur Menggunakan Energi Konvensional dan Energi Surya: Studi Komparatif Konsumsi Energi Mesin Penetas Telur Menggunakan Energi Konvensional dan Energi Surya Kamarullah; Miswar Abd; Muhammad Nawawi; Zulfan; Andi Mulkan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan energi listrik yang stabil merupakan faktor penting dalam operasional mesin penetas telur. Ketergantungan pada energi listrik konvensional (PLN) sering menjadi kendala pada daerah yang mengalami gangguan pasokan listrik. Sebagai alternatif, energi surya melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses inkubasi telur secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan membandingkan konsumsi energi, biaya operasional, dan performa mesin penetas telur yang menggunakan sumber energi PLN dan PLTS. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan eksperimental menggunakan mesin penetas telur berkapasitas 100 butir selama satu siklus inkubasi 21 hari. Parameter yang diamati meliputi konsumsi energi listrik, kestabilan suhu, kelembapan, dan daya tetas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi pada kedua sistem relatif sama karena menggunakan beban yang identik. Namun, penggunaan PLTS memberikan keuntungan berupa pengurangan biaya operasional dan peningkatan kemandirian energi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PLTS berpotensi menjadi solusi alternatif yang efektif untuk mendukung usaha peternakan unggas skala kecil dan menengah.
Analisis Pemanfaatan Energi Angin Sebagai Sumber Pembangkit Energi Listrik Andi Mulkan
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 3 No. 1 (2022): juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v3i1.308

Abstract

Tujuan dari studi penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi energi angin di Kota Banda Aceh serta merencanakan spesifikasi turbin angin yang sesuai berdasarkan hasil perhitungan.Permintaan akan energi khususnya energi listrik di Indonesia semakin tinggi dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan hidup masyarakat maupun sektor industri. Bahan bakar fosil yang digunakan sebagai bahan utama untuk menghasilkan listrik, ketersediannya semakin terbatas, belum lagi polusi yang dihasilkan oleh proses konversi dari bahan bakar fosil tersebut. Pengembangan sumber energi alternatif makin digalakkan melalui kebijakan pemerintah untuk mendorong dan menfasilitasi pemanfaatan sumber-sumber energi tersebut misalnya hydro, matahari, panas bumi, biomassa dan juga angin. Dari latar belakang dan rumusan masalah diatas maka dilakukan studi penelitian yang difokuskan kepada sumber energi angin.Hasil perhitungan didapat untuk diameter rotor 8 meter, daya output yang paling besar terlihat pada Bulan Agustus yaitu 18,71 kW dan yang terendah pada Bulan Februari yaitu 0,95 kW. Daya output rata-rata adalah 7,18 kW. Dari hasil perhitungan jelas terlihat bahwa daya output sangat tergantung pada kecepatan angin dan luas area sapuan rotor (rotor swept area). Spesifikasi turbin yang direncanakan adalah turbin angin sumbu horizontal dengan jumlah sudu 3 dan daya output 10 kW. Koefisien rotor adalah 0,42 dengan diameter rotor 8 meter.