Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna Teo-Ekologis pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian Lingkungan Hidup serta Implementasi Pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pager Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran hasil penelitian yang mendalam, sebagai informasi yang disampaikan tampak bagaimana adanya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi yang mendalam terhadap responden. Teknik analaisis data mengunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesipulan. Berdasarkan hasil peneltian dapat disimpulkan bahwa makna teo-ekologis pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Cahyou Randu ditunjukan sebagai bentuk ungkapan moral manusia dalam bersyukur kepada Hyang Widhi yang memberikan bumi atau perthiwi sebagai tempat memperoleh sumber kemakmuran dan kehidupan. Etika lingkungan merupakan suatu kesadaran etis terhadap lingkungan. Manusia perlu melakukan hubungan dengan alam melalui pendekatan humanisme dan religus. Hal ini bisa dilakukan dengan upacara keagamaan yang bersifat ekologis salah satunya upacara tumpek wariga. Upacara ini merupakan bentuk hormat terhadap tumbuhan sebagi komponen utama alam. Implementasi Pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat yang jatuh pada hari Saniscara Kliwon Wuku Wariga atau 210 hari sekali.Tumpek Wariga juga disebut Tumpek Bubuh, Tumpek Uduh, Tumpek Pengatag atau Tumpek Pengarah. Pelaksanaan upacara Tumpek Wariga adalah merupakan hari peringatan turunnya kekuatan manifestasi Sang Hyang Widhi dalam SwabhawaNya sebagai Sang Hyang Sangkara ke dunia untuk menganugrahkan kesuburan serta kemakmuran alam semesta beserta isinya, khususnya bagi Umat Hindu.
Copyrights © 2022