Estimasi dan pengukuran merupakan konsep fundamental yang menopang perkembangan berbagai disiplin ilmu, seperti matematika, statistika, fisika, teknik, ekonomi, hingga kecerdasan buatan. Di sisi lain, Al-Qur'an memuat prinsip-prinsip mengenai ukuran, keseimbangan, dan perhitungan melalui konsep qadar, mizan, dan hisab, namun integrasi konsep-konsep tersebut dengan estimasi dan pengukuran modern sebagai landasan pengembangan pembelajaran matematika masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep estimasi dan pengukuran dalam perspektif Al-Qur'an serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan pembelajaran matematika berbasis integrasi sains dan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari Al-Qur'an, kitab tafsir, buku, dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep estimasi dan pengukuran dalam sains modern memiliki keselarasan epistemologis dengan prinsip qadar sebagai ukuran yang ditetapkan Allah SWT, mizan sebagai simbol keseimbangan dan keadilan, serta hisab sebagai representasi ketelitian dan akuntabilitas. Rekonstruksi konseptual tersebut menghasilkan kerangka integratif yang menempatkan estimasi sebagai proses memperoleh nilai pendekatan, pengukuran sebagai proses validasi objektif, dan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai fondasi etika dalam penerapan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi konsep qadar, mizan, dan hisab membentuk landasan konseptual bagi pengembangan pembelajaran matematika berbasis integrasi sains dan Islam yang tidak hanya memperkuat kompetensi numerik, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai keislaman sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Copyrights © 2026