Kesenian tradisional merupakan warisan budaya yang mencerminkan identitas, nilai, serta jati diri suatu masyarakat. Salah satu bentuk kesenian tersebut adalah Tambua Tansa, sebuah tradisi musik ritmis khas Minangkabau yang umumnya dimainkan dalam berbagai acara adat dan perayaan masyarakat di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Agam. Kesenian ini memiliki akar sejarah panjang yang diduga berasal dari pengaruh budaya India, dibawa oleh pedagang Gujarat ke wilayah pesisir Tiku Pariaman pada abad ke-14 M. Dalam perkembangannya, tumbua tansa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dan musik pengiring upacara adat, tetapi juga menjadi media ekspresi budaya yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan zaman. Komunitas IKM Pincuran Tujuah di Nagari Matur Hilia, Kabupaten Agam, merupakan salah satu kelompok seni yang aktif melestarikan Tambua Tansa. Namun, pertunjukan yang disajikan masih cenderung mempertahankan pola tradisional yang statis, sehingga diperlukan inovasi dalam bentuk pengembangan koreografi yang terintegrasi dengan struktur ritme Tambua Tansa. Melalui kegiatan pelatihan komposisi koreografi, program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota komunitas dalam memahami prinsip dasar gerak, ruang, dinamika, serta bentuk pertunjukan yang komunikatif dan menarik. Hasil kegiatan menunjukan peningkatan keterampilan peserta dalam menciptakan komposisi koreografi yang harmonis antara unsur musik dan tari tanpa menghilangkan nilai- nilai tradisionalnya. Kegiatan ini berkontribusi pada upaya pelestarian kesenian tradional, penguatan identitas budaya lokal, serta revitalisasi seni pertunjukan di Kabupaten Agam menuju pengembangan desa wisata berbasis budaya
Copyrights © 2026