Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH TEKNOLOGI DALAM PENCIPTAAN KOMPOSISI MUSIK “NOMOPHOBIA” Hamzaini Hamzaini; Ediwar Ediwar; Elizar Elizar
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 4, No 2 (2017): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.395 KB) | DOI: 10.26887/bcdk.v4i2.567

Abstract

ABSTRACT Music composition “Nomophobia” is a music inspired by a psychological aberra-tion influenced by someone’s dependency toward gadget or smart-phone in tech-nological development.            Nowadays, wherever and whenever the situation is, it will be found many people that are engrossed with their own gadgets. Playing with hand-phone seems to be more fun than having a discussion with other people. As if hand-phone has become the style or the taste that attracts all their awareness. This nomophobia phenomenon is one of the bad impacts given by technological advancement.            The magnitude of the lifestyle influence requires people to follow globalization and consume new things related to the advancement and development of today technology, particularly in modern society, there are no more boundaries in socializing, communicating, and so on. Therefore, it emerges a change of behavioral pattern from social behavior to asocial behavior because of that impact. This phenomenon also results on the narrowness of space and time. The differences between real things and illusions have become very thin. As if they live in the real imaginary space. Keywords: Nomophobia, Composition, Social, Asocial, Gadget, Technology
Efektivitas Media Pembelajaran Musik Digital Berbasis Android untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ricky Warman Putra; Lucky Pesona Sari; Raflesia Meirina; Yesriva Nursyam; Hamzaini Hamzaini; Ahmad Zaidi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 3 (2022): June Pages 3201-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i3.2732

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran berbasis android pada matakuliah Musik Digital. Sebelumnya media ini telah dinyatakan valid oleh ahli media dan ahli materi, yang kemudian digunakan oleh mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experimental,, dengan desain penelitian time-series. Teknik pengumpulan data dengan pretest dan posttest. Keefektifan yang diperoleh dari hasil post-test dilihat dari ketuntasan klasikal, seluruh mahasiswa dinyatakan mendapatkan nilai lebih besar dari nilai minimal 66 yang menjadi batas akhir mendapatkan nilai B dan melalui perolehan skor dalam kategori sedang. Berdasarkan temuan penelitian ini disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis android efektif digunakan sebagai media pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini merekomendasikan untuk diuji lebih luas dan memberikan konten yang lebih lengkap demi perbaikan dalam pengembangan media pembelajaran berbasis android ini.
Dekonstruksi Dimensi Estetika Seni Tari Persembahan Dalam Masyarakat Riau: Kritik Postruk Tari Kontemporer Febrianty, Syielvi Dwi; Satria, Edi; Hamzaini, Hamzaini; Aryadi, Mirda
eScience Humanity Journal Vol 4 No 2 (2024): eScience Humanity Journal Volume 4 Number 2 May 2024
Publisher : Asosiasi Ide Bahasa Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/esci.v4i2.98

Abstract

This research aims to apply the application of Deconstruction to the Aesthetic Dimensions of Dance as presented to the people of Riau with a focus on criticism of contemporary dance postures. Based on the theory of Deconstruction introduced by Jacques Derrida, this research aims to deconstruct the meaning and structure of traditional dance in a contemporary context. Qualitative research methods were used through indirect observation and content analysis of dance performances in Riau. It is hoped that this research will provide a deeper understanding of how the concept of Deconstruction can be applied in studying and strengthening the aesthetic aspects of traditional Riau dance art in a modern contemporary context. The results of this research show that various symbolic meanings are revealed in gender, ecological perspectives, respect for nature, ethics and manners, through dance movements, props used, decoration and clothing, up to the design of the seven floors. All components in the Malay worship dance have a deep meaning and certain complexity. This article contributes to enriching the cultural treasures behind dance which presents contemporary Riau and the deep meaning behind it.
PELATIHAN KOMPOSISI KOREOGRAFI TAMBUA TANSA PADA KOMUNITAS IKM PINCURAN TUJUAH NAGARI MATUA HILIA KABUPATEN AGAM Hamzaini Hamzaini; Yurnalis Yurnalis; Auliana Mukhti Maghfirah; Yesriva Nursyam; Nofridayati Nofridayati
Batoboh Vol 11, No 1 (2026): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v11i1.6120

Abstract

Kesenian tradisional merupakan warisan budaya yang mencerminkan identitas, nilai, serta jati diri suatu masyarakat. Salah satu bentuk kesenian tersebut adalah Tambua Tansa, sebuah tradisi musik ritmis khas Minangkabau yang umumnya dimainkan dalam berbagai acara adat dan perayaan masyarakat di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Agam. Kesenian ini memiliki akar sejarah panjang yang diduga berasal dari pengaruh budaya India, dibawa oleh pedagang Gujarat ke wilayah pesisir Tiku Pariaman pada abad ke-14 M. Dalam perkembangannya, tumbua tansa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dan musik pengiring upacara adat, tetapi juga menjadi media ekspresi budaya yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan zaman. Komunitas IKM Pincuran Tujuah di Nagari Matur Hilia, Kabupaten Agam, merupakan salah satu kelompok seni yang aktif melestarikan Tambua Tansa. Namun, pertunjukan yang disajikan masih cenderung mempertahankan pola tradisional yang statis, sehingga diperlukan inovasi dalam bentuk pengembangan koreografi yang terintegrasi dengan struktur ritme Tambua Tansa. Melalui kegiatan pelatihan komposisi koreografi, program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota komunitas dalam memahami prinsip dasar gerak, ruang, dinamika, serta bentuk pertunjukan yang komunikatif dan menarik. Hasil kegiatan menunjukan peningkatan keterampilan peserta dalam menciptakan komposisi koreografi yang harmonis antara unsur musik dan tari tanpa menghilangkan nilai- nilai tradisionalnya. Kegiatan ini berkontribusi pada upaya pelestarian kesenian tradional, penguatan identitas budaya lokal, serta revitalisasi seni pertunjukan di Kabupaten Agam menuju pengembangan desa wisata berbasis budaya