Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelengkapan dokumen rekam medis, ketepatan koding, dan sistem informasi rumah sakit terhadap jumlah pending klaim BPJS Kesehatan dengan dukungan manajemen sebagai variabel moderasi di RSU Ananda Srengat Blitar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terjadinya pending klaim BPJS Kesehatan, yang pada tahun 2025 mencapai 753 kasus, terdiri atas 350 kasus rawat jalan dan 403 kasus rawat inap. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 103 pegawai yang terlibat dalam proses pengelolaan klaim BPJS Kesehatan, dengan sampel sebanyak 69 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan dokumen rekam medis, ketepatan koding, dan sistem informasi rumah sakit masing-masing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah pending klaim BPJS Kesehatan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap jumlah pending klaim. Dukungan manajemen mampu memoderasi pengaruh kelengkapan dokumen rekam medis dan sistem informasi rumah sakit terhadap jumlah pending klaim, tetapi tidak mampu memoderasi pengaruh ketepatan koding. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kelengkapan dokumen rekam medis, ketepatan koding, dan optimalisasi sistem informasi rumah sakit merupakan faktor penting dalam menekan pending klaim BPJS Kesehatan. Manajemen rumah sakit perlu memperkuat pengawasan, koordinasi, evaluasi, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta pemanfaatan sistem informasi secara berkelanjutan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan klaim.
Copyrights © 2026