Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemandirian belajar siswa antara siswa yang diajar dengan model flipped classroom berbantuan lumi education dan siswa yang diajar dengan model ekspositori pada materi aplikasi barisan dan deret. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain non equivalent posttest-only control group design. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas XI Hosfour 1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI Hosfour 2 sebagai kelompok kontrol. Analisis data menggunakan bantuan program R dengan uji Hotelling’s T², untuk analisis multivariat, serta uji Mann-Whitney dan Independent T-test untuk analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan signifikan secara simultan antara kedua kelompok dengan nilai p-value = 1,028×10⁻⁵ 0,05, 2) terdapat perbedaan signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematis dengan nilai p-value = 2,348×10⁻⁵ 0,05, dan 3) tidak terdapat perbedaan signifikan pada kemandirian belajar dengan nilai p-value = 0,684 0,05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model flipped classroom berbantuan Lumi Education memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis, sedangkan pada kemandirian belajar tidak terdapat pengaruh yang signifikan.
Copyrights © 2026