Sektor pariwisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism/CBT) menempatkan pemandu wisata lokal sebagai elemen krusial dalam memberikan pelayanan serta membangun citra destinasi. Namun, keterbatasan keterampilan komunikasi publik dan penguasaan bahasa sering kali menjadi kendala utama pemandu wisata dalam menyampaikan informasi secara persuasif dan profesional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguraikan pentingnya pelatihan public speaking bagi pemandu wisata di Desa Wisata Jagalan, Yogyakarta. Metode pelaksanaan merujuk pada pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengombinasikan pemaparan teori, simulasi mandiri, serta evaluasi interaktif. Materi pelatihan mencakup teknik dasar public speaking, komunikasi lintas budaya (high-context dan low-context), storytelling berstruktur, serta teknik penanganan pertanyaan (Handling Questions/PAR Technique). Hasil dari sintesis pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kepercayaan diri, kelancaran vokal, tata bahasa, dan kemampuan interaksi dua arah dengan wisatawan. Pelatihan ini terbukti efektif sebagai model pengembangan kompetensi sumber daya manusia pariwisata secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026