Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Keterampilan Komunikasi Guru PAUD Melalui Pelatihan Public Speaking dan Storytelling Rosyidah Jayanti Vijaya; Marita Nurharjanti; Hermenegildus Agus Wibowo; Sri Mulyatun
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i2.15411

Abstract

Dalam menjalankan tugasnya, guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menjadi salah satu faktor kunci dalam membentuk dasar perkembangan kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan karakter anak, dituntut memiliki kemampuan komunikasi lisan yang efektif. Pelatihan public speaking bagi guru PAUD diadakan untuk menjembatani permasalahan adanya keterbatasan kompetensi public speaking dan kemampuan bercerita (storytelling) yang berdampak pada kurang optimalnya penyampaian pesan edukatif di lingkungan PAUD. Melalui Kerjasama antara Universitas Amikom Yogyakarta dan Yayasan Pendidikan Muamalat Nadhlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (YPMNU DIY), kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan 60 peserta ini melalui dua sesi utama, yaitu Effective Public Speaking dan Storytelling. Metode pelatihan meliputi penyampaian materi, diskusi terarah, simulasi praktek, umpan balik sejawat, serta refleksi terstruktur. Evaluasi program dilakukan melalui tanggapan, saran, dan testimoni baik dari peserta maupun pengurus YPMNU. Program semacam ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan profesionalisme guru PAUD dalam menciptakan proses pembelajaran yang komunikatif, inspiratif, dan bermakna bagi anak usia dini.
AN ERROR ANALYSIS OF ENGLISH TENSE USAGE AMONG INDONESIAN EFL UNIVERSITY STUDENTS Hermenegildus Agus Wibowo; Marita Nurharjanti; Rosyidah Jayanti Vijaya
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Errors are an inevitable part of second language acquisition, particularly in the learning of grammatical features such as tense. This study aims to analyse the types and frequency of tense-related errors made by first-semester students of the Communication Science program at Amikom University Yogyakarta. Adopting a descriptive qualitative research design, data were collected from students’ short-answer tests focusing on five English tenses: simple present, present continuous, present perfect, simple past, and simple future. A total of 660 sentences produced by 33 students were analysed using error analysis procedures, including error identification, classification, and interpretation. The findings reveal that omission was the most frequent error type, accounting for 50% of the total errors, followed by misinformation (32%) and overgeneralization (18%). In terms of tense usage, errors in the simple past tense occurred most frequently (38%), followed by the simple present tense (27%), present perfect tense (27%), present continuous tense (5%), and simple future tense (3%). These results indicate that students experience significant difficulties in applying tense forms accurately, particularly those involving verb inflection and auxiliary usage. The study highlights the importance of targeted grammar instruction and suggests that systematic, error-focused teaching and remedial support may help reduce persistent tense errors and enhance learners’ grammatical accuracy.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING UNTUK PEMANDU WISATA DI DESA WISATA JAGALAN YOGYAKARTA Hermenegildus Agus Wibowo; Estiningsih Estiningsih; Marita Nurharjanti; Rosyidah Jayanti Vijaya; Sri Mulyatun
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pariwisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism/CBT) menempatkan pemandu wisata lokal sebagai elemen krusial dalam memberikan pelayanan serta membangun citra destinasi. Namun, keterbatasan keterampilan komunikasi publik dan penguasaan bahasa sering kali menjadi kendala utama pemandu wisata dalam menyampaikan informasi secara persuasif dan profesional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguraikan pentingnya pelatihan public speaking bagi pemandu wisata di Desa Wisata Jagalan, Yogyakarta. Metode pelaksanaan merujuk pada pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengombinasikan pemaparan teori, simulasi mandiri, serta evaluasi interaktif. Materi pelatihan mencakup teknik dasar public speaking, komunikasi lintas budaya (high-context dan low-context), storytelling berstruktur, serta teknik penanganan pertanyaan (Handling Questions/PAR Technique). Hasil dari sintesis pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kepercayaan diri, kelancaran vokal, tata bahasa, dan kemampuan interaksi dua arah dengan wisatawan. Pelatihan ini terbukti efektif sebagai model pengembangan kompetensi sumber daya manusia pariwisata secara berkelanjutan.