Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam lirik lagu "Mehr" dan "Halt" karya Rammstein dengan fokus pada peran kata abstrak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan pada tataran denotatif, mehr berfungsi sebagai komparatif kuantitatif yang berarti "lebih", sedangkan halt berfungsi sebagai imperatif yang berarti "berhenti". Namun keduanya bersifat tidak stabil: mehr tidak diikuti penjelasan "lebih dari apa", dan perintah halt diarahkan pada objek yang tidak dapat mematuhinya, yakni detak jantung orang lain. Pada tataran konotatif, mehr membangun hasrat yang tidak pernah puas, sedangkan halt membangun kelelahan eksistensial dan penolakan terhadap keberadaan sosial, dengan kekerasan sebagai konsekuensi kegagalan kontrol simbolik. Pada tataran mitos, kedua lirik menaturalisasi kondisi manusia modern yang terjebak antara hasrat tak terpuaskan dan kelelahan total melalui penghapusan jejak historis dan fleksibilitas makna abstrak. Penelitian ini membuktikan bahwa kata abstrak berperan strategis dalam memproduksi ideologi melalui teks budaya populer.
Copyrights © 2026