Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COMPLETE SENTENCE DALAM KETERAMPILAN MENULIS KALIMAT SEDERHANA BAHASA JERMAN SISWA KELAS X IPS 1 SMAN 1 GEDANGAN NDII, RUT; RIDWAN, AGUS
LATERNE Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul ?Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Complete Sentence dalam Keterampilan Menulis Kalimat Sederhana Bahasa Jerman Siswa Kelas X IPS 1 SMAN 1 Gedangan? ini berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan yaitu minimnya penguasaan kosakata siswa SMAN 1 Gedangan yang berpengaruh pada kemampuan keterampilan menulis. Terkait dengan permasalahan ini, penelitian ini menggunakan model Complete Sentence sebagai salah satu solusi yang diharapkan dapat memperbaiki penguasaan keterampilan tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran Complete Sentence dalam pembelajaran keterampilan menulis kalimat sederhana bahasa Jerman siswa kelas X IPS 1 SMAN 1 Gedangan. Terkait dengan tujuan penelitian tersebut, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-kuantitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dalam proses penerapan model Complete Sentence pada pertemuan pertama yang dimulai dengan kegiatan awal berupa memberi salam, menanyakan kabar, mengecek kehadiran siswa, melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan awal pada pertemuan kedua berupa memberi salam, menanyakan kabar, mengecek kehadiran siswa, melakukan apersepsi dengan mereview kembali materi yang sudah diajarkan pada pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Selanjutnya kegiatan inti pada pertemuan pertama terdiri atas menyampaikan materi tentang Nomen dengan sub tema Gegenstände in der Schule, membuat asosiogram, mencocokkan gambar dengan kata benda, latihan soal berupa Rätsel, memberikan materi tentang Gegenstände in der Schule und Schulsachen dengan sub tema bestimmt und unbestimmt Artikel, pembentukan kelompok dan diakhiri dengan kerja kelompok. Kegiatan inti pada pertemuan kedua berupa menyampaikan materi tentang Nomen im Singular und Plural, mengurutkan huruf-huruf yang diacak dan menuliskannya dalam bentuk singular dan plural, pembentukan kelompok dan diakhiri dengan kerja kelompok. Hasil dari kerja kelompok dapat dikategorikan dengan penilaian Sangat Baik, Baik dan Cukup. Pada pertemuan pertama, nilai yang diperoleh dengan kategori Sangat Baik (91), Baik ((82,0), (84,6), (76,9), (79,4), (78,2), (87,1)) dan Cukup (69,2). Pada pertemuan kedua, nilai yang diperoleh dengan kategori Sangat Baik (100), (94), Baik (88,8), (83,3) dan Cukup (66,6), (72,2). Dari hasil kerja kelompok tersebut dapat diperoleh nilai terendah pada pertemuan pertama adalah 66,9 dengan kategori Cukup dan nilai tertinggi adalah 91 dengan kategori Baik. Sedangkan pada pertemuan dua, nilai terendah yang diperoleh adalah 66,6 dengan kategori Cukup dan nilai tertinggi adalah 100 dengan kategori Sangat Baik. Selain kegiatan awal dan inti, proses pembelajaran diakhiri dengan kegiatan penutup yang berupa merefleksikan kembali materi yang telah dipelajari, membuat kesimpulan, mengucapkan salam penutup pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COMPLETE SENTENCE DALAM KETERAMPILAN MENULIS KALIMAT SEDERHANA BAHASA JERMAN SISWA KELAS X IPS 1 SMAN 1 GEDANGAN NDII, RUT; RIDWAN, AGUS
LATERNE Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul ?Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Complete Sentence dalam Keterampilan Menulis Kalimat Sederhana Bahasa Jerman Siswa Kelas X IPS 1 SMAN 1 Gedangan? ini berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan yaitu minimnya penguasaan kosakata siswa SMAN 1 Gedangan yang berpengaruh pada kemampuan keterampilan menulis. Terkait dengan permasalahan ini, penelitian ini menggunakan model Complete Sentence sebagai salah satu solusi yang diharapkan dapat memperbaiki penguasaan keterampilan tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran Complete Sentence dalam pembelajaran keterampilan menulis kalimat sederhana bahasa Jerman siswa kelas X IPS 1 SMAN 1 Gedangan. Terkait dengan tujuan penelitian tersebut, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-kuantitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dalam proses penerapan model Complete Sentence pada pertemuan pertama yang dimulai dengan kegiatan awal berupa memberi salam, menanyakan kabar, mengecek kehadiran siswa, melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan awal pada pertemuan kedua berupa memberi salam, menanyakan kabar, mengecek kehadiran siswa, melakukan apersepsi dengan mereview kembali materi yang sudah diajarkan pada pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Selanjutnya kegiatan inti pada pertemuan pertama terdiri atas menyampaikan materi tentang Nomen dengan sub tema Gegenstände in der Schule, membuat asosiogram, mencocokkan gambar dengan kata benda, latihan soal berupa Rätsel, memberikan materi tentang Gegenstände in der Schule und Schulsachen dengan sub tema bestimmt und unbestimmt Artikel, pembentukan kelompok dan diakhiri dengan kerja kelompok. Kegiatan inti pada pertemuan kedua berupa menyampaikan materi tentang Nomen im Singular und Plural, mengurutkan huruf-huruf yang diacak dan menuliskannya dalam bentuk singular dan plural, pembentukan kelompok dan diakhiri dengan kerja kelompok. Hasil dari kerja kelompok dapat dikategorikan dengan penilaian Sangat Baik, Baik dan Cukup. Pada pertemuan pertama, nilai yang diperoleh dengan kategori Sangat Baik (91), Baik ((82,0), (84,6), (76,9), (79,4), (78,2), (87,1)) dan Cukup (69,2). Pada pertemuan kedua, nilai yang diperoleh dengan kategori Sangat Baik (100), (94), Baik (88,8), (83,3) dan Cukup (66,6), (72,2). Dari hasil kerja kelompok tersebut dapat diperoleh nilai terendah pada pertemuan pertama adalah 66,9 dengan kategori Cukup dan nilai tertinggi adalah 91 dengan kategori Baik. Sedangkan pada pertemuan dua, nilai terendah yang diperoleh adalah 66,6 dengan kategori Cukup dan nilai tertinggi adalah 100 dengan kategori Sangat Baik. Selain kegiatan awal dan inti, proses pembelajaran diakhiri dengan kegiatan penutup yang berupa merefleksikan kembali materi yang telah dipelajari, membuat kesimpulan, mengucapkan salam penutup pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua.
ELIPSIS DALAM BUKU AJAR STUDIO D B1 : DEUTSCH ALS FREMDSPRACHE HASANAH, FARIDATUL; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan bahasa dalam suatu wacana ataupun tuturan merujuk kepada keefektifan pemakaiannya. Berdasarkan hal tersebut wajar jika terdapat unsur-unsur bahasa yang tidak dipentingkan akan dilesapkan. Proses pelesapan unsur pada suatu kalimat tidak bisa dilakukan sembarangan. Hal ini dikarenakan kehadiran unsur yang dilesapkan harus dapat diperkirakan. Tujuan penelian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan elipsis pada kalimat yang terdapat dalam sumber data yaitu buku ajar bahasa Jerman Studio d B1 : Deutsch als Fremdsprache. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan teknik pustaka dan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisa data yang telah terkumpul, dimana data yang telah dianalisis dengan teori yang dikemukakan oleh Gallmann (2009) yang dipresentasikan dengan metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada einheit 1 atau bab pertama dalam buku ajar Studio d B1 : Deutsch als Fremdsprache terdapat 16 kalimat atau klausa yang menggunakan unsur elipsis, namun lima diantaranya merupakan penyimpangan elipsis yaitu pada kata kerja infinitif dan penyimpangan elipsis pada subjek dibagian pertama dari urutan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pada sumber data ditemukan semua jenis elipsis yaitu dari elipsis subjek, objek, kata kerja, artikel, adjektif, adverb atau kata keterangan dan juga preposisi. Ditemukan pula adanya elipsis koordinasi dan juga elipsis pada kalimat majemuk. Jenis elipsis yang paling sering digunakan pada einheit 1 atau bab pertama dalam buku ajar Studio d B1 : Deutsch als Fremdsprache adalah elipsis pada subjek. Kata kunci : Elipsis, Unsur kalimat dalam bahasa Jerman
GAYA BAHASA WAHLPLAKAT 2013 DI JERMAN HAPSARI WAHYU PANGASTUTI, TESALONIKA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya bahasa memiliki peran yang penting dalam komunikasi, baik secara tulis maupun lisan. Dalam menyampaikan pesan, penutur memiliki gaya bahasanya masing-masing sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Salah satu contoh gaya bahasa yang seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari berupa tulisan adalah plakat. Teks-teks pada plakat yang dijumpai seringkali memiliki susunan kalimat yang tidak lengkap, sehingga menimbulkan berbagai persepsi oleh pembaca. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji gaya bahasa dalam plakat. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah : Bagaimana gaya bahasa yang terdapat pada Wahlplakat 2013 di Jerman berdasar pada stilistika sintaksis. Tujuan penelitian ini adalah : Mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat pada Wahlplakat 2013 di Jerman berdasar pada stilistika sintaksis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimat. Sumber data penelitian ini diperoleh dari plakat pemilu di Jerman yang diunduh dari situs www.bpb.detahun 2013. Metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumenter. Berdasarkan penggunaan teori gaya bahasa dengan stilistika sintaksis dapat disimpulkan bahwa terdapat kalimat yang memuat gaya bahasa dengan jenis kalimat elipsis, deklaratif, seruan dan pertanyaan, terdapat pola urutan kata Verbzweitsätze dan Verbletzsätze, terdapat diatesis aktif dan pasif, serta memiliki konstruksi kalimat reduksi.
KOLOKASI DALAM BUKU AJAR STUDIO D A1: DEUTSCH ALS FREMDSPRACHE PALUPI, SEKAR; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bentuk-bentuk kolokasi Bahasa Jerman dalam buku ajar Studio D A1. Buku ajar Studio D A1 berisi tema-tema menarik yang berhubungan dengan situasi sehari-hari masyarakat di negara-negara berbahasa Jerman. Konstruksi ? konstruksi kata yang disusun dalam buku Studio D A1 tentu saja menimbulkan permasalahan tersendiri bagi pembelajar dalam pemahamannya tentang Bahasa Jerman sebagai bahasa asing, salah satunya yaitu kolokasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kolokasi pada kalimat atau frasa yang terdapat pada sumber data yaitu buku ajar Bahasa Jerman Studio D A1: Deutsch als Fremdsprache. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yakni teknik catat, selanjutnya teknik substitusi digunakan dalam analisis data. Berbasis pada teori Quasthoff (2011) dapat disimpulkan bahwa terdapat bentuk-bentuk kolokasi pada data yang diteliti, yaitu 2 konstruksi nomina dan adjektiva, 11 konstruksi nomina subjek dan verba, 59 konstruksi nomina objek dan verba, 27 konstruksi nomina berpreposisi dan verba, 8 konstruksi verba dan adverbial, serta 5 konstruksi adjektiva dan adverbial.
HOMOIOTELEUTON DALAM ANTOLOGI PUISI NUR EIN DUFT UND WINDESWEHEN KARYA HERMANN HESSE ALBILASE, ALDO; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji keindahan yang dihasilkan ragam bunyi dalam antologi puisi nur ein Duft und Windeswehen. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ragam bunyi apa saja yang terdapat pada antologi puisi tersebut. Untuk meneliti ragam bunyi pada antologi puisi tersebut digunakan teori gaya bahasa homoioteleuton. Teori tersebut digunakan karena berkaitan dengan bunyi suku kata terakhir yang berulang pada suatu baris atau kalimat dan memberikan unsur keindahan pada puisi. Analisis pada penelitian ini dipertajam dengan fitur distingtif Bahasa Jerman, sehingga dapat diketahui keragaman bunyi pada penelitian ini adalah manifestasi dari cara artikulasi yang berbeda-beda setiap fonemnya. Berbasis pada teori Ridwan (2017) dapat disimpulkan bahwa terdapat 27 ragam bunyi repetisi homoioteleuton antara lain: [t?], [??n], [l?n], [l?ç], [g?n], [d?], [t?t], [z?n], [m?n], [d?n] , [r?m] , [za:m ], [d?n], [b?n], [b?], [?n], [r?n], [k?n], [n?n], [l?], [f?n], [t?n], [k?], [z?], [ba:r], [t?st], [n?]. Bentuk [?n] menjadi satu-satunya bentuk suku kata nackten Silbe. Sedangkan beberapa bentuk suku kata seperti: [t?], [d?], [l?], [k?], [z?], [n?] merupakan suku kata berjenis suku kata terbuka. Dari sisi keindahan puisi, ragam bunyi tersebut membentuk rima akhir dan rima awal. Kata kunci : Homoioteleuton, Fitur Distingtif
KOMPONENN MAKNA VERBA BERENDONIM MUND DALAM BUKU STUDIO D A1 DIRINATA, ANANDA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mulut memiliki peranan penting terhadap siklus kehidupan manusia, yang mana sebagai alat berkomunikasi. Dalam berkomunikasi, bahasa yang disampaikan manusia merupakan media untuk menyampaikan makna. Akan tetapi, terkadang dalam penyampaiannya dengan bentuk gaya bahasa yang bermacam-macam sehingga makna yang dimaksudkan masih samar-samar dan sukar dimengerti (Huford, Heasley, dan Smith, 2007:1 dalam Abdul Chaer 2007). Agar Bahasa yang digunakan mudah dipahami, maka perlu adanya pemahaman akan komponen yang membentuk makna tersebut. Pemahaman akan komponen makna sangatlah penting guna mengetahui lebih dalam terkait kemiripan, kesamaan, dan ketidaksamaan pada bahasa yang kita gunakan. Sehingga pemahaman akan mudah didapatkan dan tidak akan merusak jalinan komunikasi. Oleh karena itu, perlu adanya analisis mengenai komponen makna. Berdasarkan proses analisis menggunakan 6 langkah dari teknik analisis Mansoer Pateda terhadap verba endonim Mund ?mulut? pada buku studio D A1, ditemukan 20 verba endonim Mund ?mulut? dengan 10 diantaranya memiliki medan makna yang sama. Meskipun verba-verba tersebut memiliki kemiripan makna, tetapi tetap saja terdapat komponen pembeda diantara verba-verba tersebut.
KOMPONEN MAKNA VERBA BERENDONIM HAND DALAM BUKU STUDIO D A1 SAFITRI, FEBRINIA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam buku Studio d banyak sekali verba-verba dasar yang memiliki kedekatan, kemiripan, kesamaan makna. Untuk mengetahui seberapa jauh kedekatan, kemiripan, kesamaan, dan ketidaksamaan makna, orang perlu mengetahui komponen makna begitu juga pada verba, sedangkan komponen makna sendiri sangat penting untuk dipahami, dimana komponen makna selalu berkaitan dengan setiap kata yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komponen makna verba yang berendonim Hand dalam buku Studio d A1. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah buku Studio d A1. Data penelitian ini diambil dari verba berendonim Hand dalam buku Studio d A1. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini melalui pendekatan analitik milik Mansoer Pateda dan menggunakan langkah analisis komponen makna milik Mansoer Pateda. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 16 verba berendonim Hand atau tangan yang ditemukan pada sumber data yaitu Studio d A1. Dari 16 verba yang ditmukan, terdapat 8 verba yang masuk dalam lingkup medan kana yang sama. Verba tersebut yaitu verba anschreiben, notieren, schreiben, dan verschreiben dengan medan makna yaitu menulis sesuatu, kedua yaitu verba einpacken dan packen dengan medan makna yaitu mengepack, medan makna terakhir yaitu meletakkan dimiliki oleh verba legen dan stellen. Setiap verba yang memiliki makna bersinonim belum tentu dapat digunakan untuk menggantikan satu sama lain. Selain verba yang bermedan makna sama, juga terdapat verba berendonim Hand yang tidak memiliki medan makna sama. Verba tersebut berjumlah 8 verba, meliputi verba bringen, hängen, markieren, mitschreiben, nehmen, schneiden, nummerieren, dan zeigen. Kata Kunci : Verba, Komponen Makna, Hand
KOMPONEN MAKNA DALAM VERBA BERENDONIM NASE PADA BUKU STUDIO D B1 AISYAH, SITI; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang analisis komponen makna verba berendonim Nase yang terdapat dalam buku Studio d B1. Komponen makna ini berhubungan dengan medan makna, dimana dalam medan makna ada beberapa kata yang maknanya saling berdekatan. Adanya beberapa kata yang mempunyai makna yang saling berdekatan tersebut memunculkan kebingungan dalam penggunaannya. Untuk mengatasi kebingungan tersebut, diperlukan analisa komponen makna agar kita lebih mengetahui bagaimana kemiripan, kesamaan, dan ketidaksamaan makna yang ada pada suatu kata. Kemiripan, kesamaan dan ketidaksamaan dapat disebut dengan pembeda makna. Setelah mengetahui pembeda maknanya, kita dapat lebih memahami perbedaan kata-kata yang tergolong berdekatan maknanya dan kapan kata tersebut dapat digunakan.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kandungan atau komposisi makna kata yang terdapat dalam verba berendonim Nase. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan berupa teks kalimat verba berendonim Nase. Data dikumpulkan menggunakan metode catat. Sumber data penelitian yang digunakan yaitu dari buku Studio d, yang umumnya digunakan oleh pelajar bahasa Jerman. Hasil dari penelitian ini yaitu dari 5 verba berendonim Nase yang ditemukan, terdapat 3 verba yang tergolong dalam medan makna yang berdekatan. Selanjutnya 3 verba tersebut dianalisa dengan teori komponen makna untuk diketahui ciri-ciri spesifik dan pembeda yang terkandung dalam 3 verba tersebut.Kata kunci : komponen makna, verba Nase, verba berendonim.
KOMPONEN MAKNA DALAM VERBA BERENDONIM AUGEN PADA BUKU STUDIO D A1 GUSTYANI PUTRI, VENA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis komponen Makna verba yang berendonim Augen yang terdapat di buku Studio d A1. Komponen makna ini berhubungan dengan medan makna, yang mana pada medan makna ada beberapa kata yang maknanya sama atau saling berdekatan. Dengan adanya beberapa kata yang sama atau saling berdekatan ini, menimbulkan pertanyaan yang lahir dari penggunanya. Karena itulah analisa komponen makna dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memiliki kemiripan atau pun persamaan yang belum terjawab. Kemiripan atau persamaan itulah yang disebut dengan pembeda makna. Setelah itu, dapat lebih memahami perbedaan kata-kata yang maknanya berdekatan atau sama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komponen makna dalam verba berendonim Augen pada buku berendonim Studio d A1. Jenis penelitian ini, menggunakan penelitian kualitatif. Dan data yang digunakan adalah teks kalimat verba berendonim Augen, dan data ini menggunakan metode catat. Sumber data yang digunakan adalah buku Studio d A1, yang mana buku tersebut buku tersebut digunakan oleh pelajar bahasa Jerman dan oleh pengajar maupun murid di Goethe Institut dan Wisma Jerman. Pada penelitian ini ditemukan sembilan verba berendonim Augen ?Mata? pada buku Studio d A1, dari sembilan verba berendonim Augen ?Mata?, ditemukan lima verba yang mempunyai medan makna yang sama. Dimana lima verba tersebut di bagi menjadi dua, yaitu medan makna ?melihat? dan ?mencari sesuatu?. Kemudian kelima verba ini dianalisa menggunakan teori komponen makna, agar ciri-ciri dan pembeda makna yang terkandung diketahui. Kata kunci: Verba Berendonim, Makna, Komponen Makna.