Kreativitas perlu dikembangkan sejak usia dini melalui kegiatan yang memberi ruang eksplorasi, ekspresi, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan kreativitas anak kelompok B melalui kegiatan bermain alat musik marakas dari barang bekas di TKK Negeri Bajawa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 15 anak berusia 5–6 tahun melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil menunjukkan bahwa 13 anak (86,7%) mampu menghasilkan variasi bunyi, 12 anak (80,0%) menunjukkan kelancaran ide, 10 anak (66,7%) memperlihatkan fleksibilitas, dan 9 anak (60,0%) menunjukkan kemandirian. Selain itu, 14 anak mampu bekerja sama selama kegiatan kelompok. Kegiatan marakas dari botol plastik dan kerikil memberikan ruang bagi munculnya perilaku kreatif sekaligus mengenalkan pemanfaatan kembali barang bekas. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan bahan dan sumber bunyi yang lebih beragam agar kreativitas dan kemandirian anak berkembang lebih optimal.
Copyrights © 2026