Produksi kambing rakyat merupakan strategi penghidupan kritis di Small Island Developing States (SIDS), di mana isolasi geografis, keterbatasan lahan, dan kerentanan iklim menciptakan tantangan sistem pangan yang khas. Meskipun kambing berperan sentral dalam perekonomian pertanian kepulauan, belum ada tinjauan sistematis yang mensintesis bukti mengenai pemanfaatan hijauan pakan lokal, kontribusi ketahanan pangan, dan strategi adaptasi perubahan iklim dalam konteks SIDS. Mengikuti panduan PRISMA 2020, pencarian sistematis dilakukan pada Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan GARUDA untuk literatur tahun 2000-2024. Seleksi studi menggunakan kerangka PEO (P1-P2) dan SPIDER (P3-P4) dengan penilaian kualitas menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT). Dua puluh tujuh studi memenuhi kriteria inklusi, mencakup SIDS Pasifik (n=10), Karibia (n=9), Samudra Hindia (n=6), dan Atlantik (n=2). Hijauan pakan lokal meliputi leguminosa pohon dan semak indigenus, residu tanaman, dan produk sampingan agro-industri menyumbang 62-85% asupan bahan kering dalam sistem ekstensif. Kepemilikan kambing berkorelasi positif dengan skor keragaman pangan rumah tangga dan stabilitas pendapatan. Strategi adaptasi yang terdokumentasi mencakup diversifikasi bangsa, manajemen penggembalaan rotasi, integrasi agroforestri, dan suplementasi strategis. Produksi kambing rakyat di SIDS berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan namun terhambat oleh musiman hijauan pakan dan kelangkaan akibat perubahan iklim. Diperlukan intervensi berbasis bukti yang menargetkan bangsa lokal adaptif, diversifikasi hijauan pakan, dan integrasi agropastoral cerdas iklim.
Copyrights © 2026