Penelitian ini mengkaji peran destination branding dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kawasan Geopark Ciletuh–Pelabuhan Ratu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Data dikumpulkan dari 100 wisatawan yang pernah mengunjungi geopark melalui kuesioner terstruktur yang diukur menggunakan skala Likert lima poin. Responden dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25, yang meliputi statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, korelasi Pearson, regresi linear sederhana, koefisien determinasi, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pengukuran dinyatakan valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,905 untuk variabel destination branding dan 0,893 untuk variabel kunjungan wisatawan. Destination branding memiliki korelasi positif yang kuat dengan kunjungan wisatawan, dengan koefisien korelasi sebesar 0,758. Hasil regresi menunjukkan bahwa destination branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap kunjungan wisatawan, dengan koefisien terstandarisasi sebesar 0,758, nilai t sebesar 11,464, dan nilai signifikansi di bawah 0,001. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa destination branding mampu menjelaskan 57,5% variasi kunjungan wisatawan, sedangkan sisanya sebesar 42,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa identitas destinasi yang khas, citra positif, komunikasi yang efektif, serta keunikan yang jelas dapat memperkuat minat wisatawan, keputusan berkunjung, niat untuk berkunjung kembali, dan kesediaan untuk merekomendasikan destinasi. Oleh karena itu, pengelola destinasi perlu mengembangkan strategi branding yang konsisten, autentik, dan terintegrasi secara digital untuk meningkatkan daya saing serta daya tarik berkelanjutan Geopark Ciletuh–Pelabuhan Ratu.
Copyrights © 2026