Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Social Media Virality dan FOMO (Fear of Missing Out) terhadap Spontaneous Travel Intention pada Wisata Viral di Jawa Barat Raden Asri Kartini; Eko Sudarmanto; Isaghoji Isaghoji; Padlun Fauzi; Rella Dwi Respati
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 04 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i04.3354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh viralitas media sosial dan Fear of Missing Out (FOMO) terhadap niat perjalanan spontan menuju destinasi wisata viral di Jawa Barat. Meningkatnya popularitas platform media sosial telah mengubah cara orang menemukan dan menanggapi konten wisata, membuat keputusan perjalanan semakin impulsif dan didorong oleh emosi. Dalam konteks ini, wisata viral muncul sebagai fenomena di mana destinasi dengan cepat mendapatkan perhatian publik melalui paparan digital, sementara FOMO memperkuat keinginan individu untuk berpartisipasi dalam pengalaman yang sedang tren. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei. Data dikumpulkan dari 150 responden yang dipilih melalui purposive sampling, dengan kriteria termasuk pengguna media sosial aktif yang familiar dengan konten wisata viral di Jawa Barat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner skala Likert, dan data dianalisis menggunakan SPSS versi 25 melalui analisis validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viralitas media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat perjalanan spontan, dan FOMO juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat perjalanan spontan. Secara bersamaan, kedua variabel tersebut secara signifikan memengaruhi niat perjalanan spontan. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa viralitas media sosial dan FOMO menjelaskan sebagian besar varians dalam niat perjalanan spontan. Hasil ini menunjukkan bahwa perilaku perjalanan spontan di era digital sangat dipengaruhi oleh paparan teknologi dan tekanan psikologis. Studi ini berkontribusi pada literatur pariwisata dan perilaku konsumen dengan menjelaskan bagaimana viralitas digital dan respons emosional secara bersamaan memengaruhi niat perjalanan, khususnya dalam konteks pariwisata viral di Jawa Barat.
Peran Destination Branding dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan ke Kawasan Geopark Ciletuh - Pelabuan Ratu Ikhfi Imaniah; Isaghoji Isaghoji
Sanskara Manajemen Dan Bisnis Vol. 4 No. 03 (2026): Sanskara Manajemen dan Bisnis (SMB)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/smb.v4i03.957

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran destination branding dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kawasan Geopark Ciletuh–Pelabuhan Ratu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Data dikumpulkan dari 100 wisatawan yang pernah mengunjungi geopark melalui kuesioner terstruktur yang diukur menggunakan skala Likert lima poin. Responden dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25, yang meliputi statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, korelasi Pearson, regresi linear sederhana, koefisien determinasi, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pengukuran dinyatakan valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,905 untuk variabel destination branding dan 0,893 untuk variabel kunjungan wisatawan. Destination branding memiliki korelasi positif yang kuat dengan kunjungan wisatawan, dengan koefisien korelasi sebesar 0,758. Hasil regresi menunjukkan bahwa destination branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap kunjungan wisatawan, dengan koefisien terstandarisasi sebesar 0,758, nilai t sebesar 11,464, dan nilai signifikansi di bawah 0,001. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa destination branding mampu menjelaskan 57,5% variasi kunjungan wisatawan, sedangkan sisanya sebesar 42,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa identitas destinasi yang khas, citra positif, komunikasi yang efektif, serta keunikan yang jelas dapat memperkuat minat wisatawan, keputusan berkunjung, niat untuk berkunjung kembali, dan kesediaan untuk merekomendasikan destinasi. Oleh karena itu, pengelola destinasi perlu mengembangkan strategi branding yang konsisten, autentik, dan terintegrasi secara digital untuk meningkatkan daya saing serta daya tarik berkelanjutan Geopark Ciletuh–Pelabuhan Ratu.