Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026

Mengatasi Founder Syndrome dalam Suksesi Kepemimpinan : Strategi Manajemen Transisi Pemimpin Rohani berdasarkan Narasi Pasca-Kematian Musa (Yosua 1:1-5)

Gerhard Sipayung (Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan)
Patar Gultom (Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan)
Ngadap Sembiring (Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan)



Article Info

Publish Date
31 May 2026

Abstract

Abstact Many religious organizations, churches, and spiritual foundations experience massive decline or an existential crisis when their principal founder passes away or steps down. This sociological phenomenon is known as Founder’s Syndrome—a condition in which the organization’s operations become rigidly tied to the founder’s persona, charisma, and methodology, thereby paralyzing the capacity of the successor leader. This journal aims to formulate a transition management strategy through a critical-exegetical analysis of the text of Joshua 1:1-5. Using a theological-organizational literature review method, this study identifies a novelty in the form of a radical deconstruction of the phrase “My servant Moses is dead; therefore, prepare yourselves now” (verse 2). This text is not read merely as a message of grief, but as a divine managerial decision to sever dependence on the founder’s legacy in order to legitimize a new leadership system. The research results indicate that the success of spiritual organizational transition does not lie in imitating the founder, but rather in deconstructing the shadow of the cult of personality through re-institutionalization, God’s supernatural promise, and the adaptation of managerial strategies relevant to the prevailing new conditions.   Abstrak Banyak organisasi keagamaan, gereja, maupun yayasan kerohanian mengalami kemunduran masif atau krisis eksistensi organisasi ketika pendiri utama (founder) meninggal dunia atau melepaskan jabatan. Fenomena sosiologis ini dikenal sebagai Founder’s Syndrome sebuah kondisi di mana roda organisasi terikat mati pada figuritas, karisma, dan metodologi sang pendiri, sehingga melumpuhkan kapasitas pemimpin penerus. Jurnal ini  bertujuan merumuskan strategi manajemen transisi melalui analisis kritis-eksegetis terhadap teks Yosua 1:1-5. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur teologis-organisasional, penelitian ini menemukan kebaruan (novelty) berupa dekonstruksi radikal terhadap frasa "Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang" (ayat 2). Teks ini tidak dibaca sekadar sebagai berita duka, melainkan sebagai keputusan manajemen ilahi untuk memutus ketergantungan figuritas masa lalu (founder-dependency) demi melegitimasi sistem kepemimpinan baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan transisi organisasi rohani tidak terletak pada peniruan  pendiri, melainkan pada dekonstruksi bayang-bayang kultus individu melalui re-institusionalisasi, janji supranatural Allah dan penyesuaian strategi manajerial yang relevan dengan kondisi yang baru  

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JTPK

Publisher

Subject

Religion Humanities Education

Description

Paramathetes adalah jurnal yang menjadi wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pendidikan kristen yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan. Kajian Jurnal Paramathetes meliputi : Teologi Biblika,Teologi Sistematika,Teologi Pastoral, Teologi Misi dan Apologetika dan ...