Penerapan kebijakan pendidikan karakter di Jawa Barat saat ini diarahkan pada penguatan nilai-nilai kearifan lokal Pancawaluya (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer). Munculnya kebijakan Pancawaluya sebagai identitas pendidikan karakter menuntut sekolah dan guru untuk melakukan penyesuaian dalam praktik pembelajaran. Hasil observasi di beberapa sekolah Kabupaten Garut menunjukkan bahwa guru masih memandang kebijakan tersebut sebagai tambahan beban administrasi setelah penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), sehingga implementasi nilai karakter belum terintegrasi dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan karakter Pancawaluya secara sistematis. Metode yang digunakan meliputi observasi kebutuhan sekolah, In House Training, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi di sekolah, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan berkembangnya pemahaman guru, tersusunnya perangkat pembelajaran berbasis Pancawaluya, dan mulai terintegrasinya nilai karakter dalam budaya sekolah.
Copyrights © 2026