Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam perspektif guru PAUD terhadap stimulasi kompetensi sosial-emosional anak usia dini di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah-sebuah wilayah peri-urban dengan beberapa keterbatasan infrastruktur pendidikan dan akses pelatihan profesional. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap enam guru PAUD yang dipilih secara purposive. Analisis tematik menghasilkan tiga tema utama beserta subtema: (1) konstruksi makna sosial-emosional oleh guru yang mencakup subtema pemahaman konseptual berbasis pengalaman lapangan dan kesadaran pentingnya regulasi emosi; (2) strategi stimulasi adaptif yang meliputi subtema pendekatan berbasis permainan tradisional lokal dan strategi pengelolaan konflik kontekstual; serta (3) ekosistem hambatan berlapis yang mencakup subtema keterbatasan kompetensi profesional guru, rendahnya regulasi emosi anak, dan kesenjangan sinergi sekolah-keluarga. Temuan utama penelitian ini mengungkap adanya tipologi unik "guru adaptif-kreatif" di wilayah peri-urban: guru mengembangkan pendekatan stimulasi sosial-emosional secara mandiri berbasis kearifan lokal dan permainan tradisional (bakiak, gobak sodor) untuk mengompensasi minimnya kurikulum terstruktur dan pelatihan formal. Tipologi ini belum ditemukan dalam literatur PAUD sebelumnya yang mayoritas berfokus pada daerah perkotaan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model stimulasi sosial-emosional berbasis kearifan lokal yang dapat dijadikan kerangka kebijakan pendidikan PAUD di daerah peri-urban di Indonesia.
Copyrights © 2026