Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pengasuhan anak Generasi Alpha di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Generasi Alpha (kelahiran 2010–2025) menghadapi tantangan unik berupa dominasi ekosistem digital, pergeseran pola interaksi keluarga, dan fragmentasi perhatian yang berpotensi melemahkan transmisi nilai keagamaan. Menggunakan desain kualitatif fenomenologis, penelitian ini melibatkan 15 orang tua, 5 guru PAI, dan 3 tokoh agama yang dipilih secara purposif dari tiga kecamatan representatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta diverifikasi melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga strategi utama internalisasi: (1) keteladanan digital-spiritual yang mengintegrasikan uswah hasanah dengan literasi gawai, (2) ritualisasi ibadah dengan pendekatan kontekstual dan gamifikasi edukatif, serta (3) kolaborasi tripartit keluarga-madrasah-komunitas sebagai ekosistem nilai. Tantangan utama meliputi dominasi layar yang mengurangi dialog intergenerasional, kesenjangan literasi digital-keagamaan orang tua, dan komersialisasi konten agama di platform digital. Penelitian ini mengusulkan Model Pengasuhan PAI Generasi Alpha Berbasis Triangulasi Nilai (MIP-Alpha) yang menghubungkan internalisasi kognitif-afektif-psikomotorik dengan adaptasi pedagogis-digital. Temuan berkontribusi pada pengembangan teori pendidikan Islam kontemporer, praktik pengasuhan berbasis bukti, serta rekomendasi kebijakan untuk penguatan karakter religius di era digital.
Copyrights © 2023