Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTERNALISASI ETIKA LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Hana Sutri; Sriani Sriani; Sugeng Kurniawan; Joni Juli Yandra; Wiwin Narti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i1.59586

Abstract

Krisis ekologis yang semakin mengemuka di Indonesia menuntut revitalisasi pendidikan berbasis nilai, khususnya melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang secara teologis mengandung prinsip pelestarian alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi etika lingkungan dalam perspektif Islam melalui pembelajaran PAI di Kabupaten Bungo, Jambi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipusat, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen pembelajaran dari tiga satuan pendidikan (SMP/MTs) di wilayah Bungo. Analisis tematik mengungkap empat temuan utama: (1) integrasi materi ekologis masih bersifat parsial dan bergantung pada inisiatif guru, (2) internalisasi nilai berjalan melalui tahapan kognitif-afektif-psikomotorik yang diperkuat oleh praktik kontekstual, (3) faktor pendukung meliputi kesadaran komunitas lokal dan program sekolah adiwiyaya, sementara penghambat utamanya adalah budaya ujian terstandarisasi dan minimnya modul ajar terintegrasi, serta (4) dampak internalisasi terlihat pada perubahan perilaku pro-lingkungan siswa meskipun belum terlembaga secara sistemik. Studi ini merekomendasikan penyusunan panduan integrasi kurikulum, penguatan kompetensi pedagogik-ekologis guru PAI, serta kolaborasi lintas mata pelajaran untuk memperkuat pendidikan lingkungan berbasis kearifan lokal dan nilai keislaman. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan model PAI yang responsif terhadap agenda keberlanjutan global dan kontekstualisasi Kurikulum Merdeka.
PEMBELAJARAN REFLEKTIF DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENGEMBANGKAN KESADARAN MORAL SISWA DI BUNGO Yuyun Sinta Nara; Baili Baili; Mabruri Mabruri; Sugeng Kurniawan; Sriani Sriani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i1.60032

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran strategis dalam pembentukan karakter dan kesadaran moral peserta didik, namun implementasinya di lapangan masih sering terjebak pada pendekatan tekstual-hafalan yang kurang menyentuh dimensi internalisasi nilai. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan dinamika implementasi pembelajaran reflektif dalam mata pelajaran PAI untuk mengembangkan kesadaran moral siswa di Kabupaten Bungo, Jambi. Menggunakan desain mixed-methods explanatory sequential, penelitian melibatkan 120 siswa dan 8 guru PAI dari tiga SMP/MTs yang dipilih secara purposif. Instrumen meliputi Skala Kesadaran Moral (SKM), jurnal refleksi, pedoman wawancara mendalam, lembar observasi, dan rubrik penilaian proyek moral. Intervensi berlangsung selama 12 minggu dengan model pembelajaran reflektif yang diintegrasikan dalam modul PAI berbasis Kurikulum Merdeka. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada skor kesadaran moral siswa (p < 0,01), terutama pada dimensi empati, tanggung jawab sosial, penalaran etis, dan regulasi diri. Temuan kualitatif mengungkap empat tema utama: (1) pergeseran paradigma dari hafalan menuju pemahaman kontekstual, (2) jurnal refleksi sebagai media internalisasi nilai, (3) dialog reflektif sebagai katalis empati antar-siswa, dan (4) tantangan struktural berupa keterbatasan waktu, variasi kompetensi guru, dan beban administratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran reflektif dalam PAI efektif mengembangkan kesadaran moral ketika didukung oleh desain pedagogis terstruktur, kontekstualisasi kearifan lokal Bungo, dan pendampingan guru yang konsisten. Rekomendasi ditujukan kepada pengambil kebijakan, lembaga pelatihan guru, dan peneliti lanjutan untuk mengembangkan modul reflektif PAI yang terstandarisasi serta melakukan studi longitudinal.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGASUHAN ANAK GENERASI ALPHA DI KABUPATEN BUNGO: STRATEGI, TANTANGAN, DAN MODEL INTEGRATIF Lukman Saputra; Sugeng Kurniawan; Baili Baili; Sriani Sriani; Novi Riani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i1.60033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pengasuhan anak Generasi Alpha di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Generasi Alpha (kelahiran 2010–2025) menghadapi tantangan unik berupa dominasi ekosistem digital, pergeseran pola interaksi keluarga, dan fragmentasi perhatian yang berpotensi melemahkan transmisi nilai keagamaan. Menggunakan desain kualitatif fenomenologis, penelitian ini melibatkan 15 orang tua, 5 guru PAI, dan 3 tokoh agama yang dipilih secara purposif dari tiga kecamatan representatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta diverifikasi melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga strategi utama internalisasi: (1) keteladanan digital-spiritual yang mengintegrasikan uswah hasanah dengan literasi gawai, (2) ritualisasi ibadah dengan pendekatan kontekstual dan gamifikasi edukatif, serta (3) kolaborasi tripartit keluarga-madrasah-komunitas sebagai ekosistem nilai. Tantangan utama meliputi dominasi layar yang mengurangi dialog intergenerasional, kesenjangan literasi digital-keagamaan orang tua, dan komersialisasi konten agama di platform digital. Penelitian ini mengusulkan Model Pengasuhan PAI Generasi Alpha Berbasis Triangulasi Nilai (MIP-Alpha) yang menghubungkan internalisasi kognitif-afektif-psikomotorik dengan adaptasi pedagogis-digital. Temuan berkontribusi pada pengembangan teori pendidikan Islam kontemporer, praktik pengasuhan berbasis bukti, serta rekomendasi kebijakan untuk penguatan karakter religius di era digital.