Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi aliran udara dan tingkat kenyamanan termal di ruang panel listrik Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Budiarto menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Ruangan ini memiliki beban panas tinggi akibat peralatan elektronik yang beroperasi terus-menerus sehingga membutuhkan sistem ventilasi dan pendinginan yang efektif. Data diperoleh melalui pengukuran suhu, kelembapan, dan kecepatan udara di beberapa titik, kemudian disimulasikan menggunakan ANSYS Workbench 18.1. Hasil simulasi menunjukkan kecepatan udara rata-rata menurun dari 0,180 m/s menjadi 0,156 m/s, sementara suhu meningkat dari 31,7°C menjadi 36,1°C, dengan suhu maksimum melebihi 130°C di sekitar peralatan listrik. Kondisi ini menunjukkan terjadinya thermal stratification dan distribusi udara yang belum merata. Berdasarkan standar ASHRAE 55:2013, ISO 7730:2005, dan SNI 6390:2020, suhu tersebut berada di luar rentang kenyamanan termal (23–26°C). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem AC Split 2 PK belum optimal dan merekomendasikan optimasi tata letak pendingin, penambahan ventilasi, serta sistem monitoring suhu berbasis IoT untuk meningkatkan efisiensi termal dan keselamatan operasional.
Copyrights © 2026