Terbatasnya implementasi pendekatan deep learning dalam pendidikan anak usia dini, khususnya di wilayah Kraton, Kabupaten Pasuruan, menjadi perhatian utama dalam peningkatan mutu pembelajaran. Pendekatan ini diyakini dapat memperkaya proses belajar melalui integrasi mindful, meaningful, dan joyful learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kesiapan guru taman kanak-kanak dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning, ditinjau dari empat aspek dalam teori readiness for change, yaitu appropriateness, change efficacy, management support, dan personal benefit. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 68 guru dari berbagai lembaga PAUD. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi kesiapan berada pada kategori tinggi: management support (76,4%), appropriateness (74,6%), change efficacy (74,2%), dan personal benefit (70,0%). Temuan ini menunjukkan bahwa guru PAUD di wilayah tersebut telah memiliki kesiapan psikologis dan struktural untuk mengadopsi inovasi pembelajaran berbasis deep learning. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan dan pendampingan berkelanjutan guna memperkuat kesiapan guru secara menyeluruh dalam mendukung transformasi pembelajaran abad ke-21.
Copyrights © 2026