Rendahnya kemampuan matematis siswa di tingkat dasar sering kali dipicu oleh pembelajaran yang abstrak dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) bermuatan etnomatematik terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV pada mata pelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experiment) dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Melalui teknik random sampling, terpilih sampel sebanyak 46 siswa yang terdistribusi ke dalam kelas eksperimen di SDN 3 Busungbiu (n = 24) dan kelas kontrol di SDN 1 Busungbiu (n = 22). Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes uraian sebanyak 15 butir soal untuk mengukur indikator berpikir kritis. Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis secara signifikan pada kelas eksperimen yang menerapkan PBL bermuatan etnomatematik dibandingkan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini berimplikasi bahwa integrasi unsur budaya lokal dalam model PBL mampu memanifestasikan pembelajaran matematika yang lebih bermakna, sehingga secara efektif menstimulasi penalaran logis dan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026