Pembelajaran matematika diharapkan berlangsung lebih bermakna dan mampu mendukung perkembangan keterampilan abad ke-21 murid. Solusi dari permasalahan tersebut adalah melakukan perbaikan melalui model PRESISI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapakan model dalam menganalisis dan memecahkan masalah secara logis. Studi ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan sasaran penelitian murid SDN Rantau Keminting yang berjumlah 13 orang. Penelitian menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dengan observasi aktivitas guru dan murid, sedangkan kuantitatif berupa presentase klasikal aktivitas dari murid dan hasil belajar dari murid diperoleh dari tes kelompok dan individu. Hasil studi ini membuktikan aktivitas guru pada pertemuan IV memenuhi kriteria Sangat Baik”. Aktivitas Murid pada pertemuan IV mencapai 92% dengan kriteria Seluruhnya Aktif”. Dan hasil belajar pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik pada pertemuan IV mencapai 92%. Kesimpulannya adalah model PRESISI dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja guru, keaktifan murid, dan hasil belajar peserta murid
Copyrights © 2026