Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya keterampilan berpikir kritis, minat belajar, dan kemampuan kolaborasi murid kelas lima SDN Berangas 1 dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi bentuk datar, yang disebabkan oleh pengajaran yang belum selaras dengan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS), minimnya kesempatan pemecahan masalah kontekstual, serta terbatasnya partisipasi murid dalam diskusi kelompok. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi peningkatan keterampilan berpikir kritis, minat belajar, dan kemampuan kolaborasi melalui penerapan model PESTA yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Make a Match. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, dilaksanakan dalam empat siklus pada semester kedua tahun ajaran 2025/2026 dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada setiap variabel, di mana pada siklus keempat keterampilan berpikir kritis mencapai 100% dengan kategori “Semua Murid Sangat Kritis,” minat belajar mencapai 88% dengan kategori “Hampir Semua Murid Sangat Berminat,” dan kemampuan kolaborasi mencapai 94% dengan kategori “Hampir Semua Murid Sangat Kolaboratif.” Dengan demikian, penerapan model PESTA terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sekaligus memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran di sekolah dasar.
Copyrights © 2026