Kemampuan penalaran analitis, pemecahan masalah, dan kerja tim anak-anak kelas empat dalam matematika tentang pecahan di sebuah sekolah dasar negeri di Banjarmasin masih relatif kurang memadai. Penulisan ini bertujuan untuk meningkatkan ketiga kompetensi tersebut dengan menggunakan paradigma PANOPI yang menggabungkan Problem-Based Learning, Numbered Heads Together, dan Picture-in-Picture. Penulisan ini menggunakan metodologi kualitatif dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan selama empat sesi dengan 29 siswa kelas empat. Data dikumpulkan dengan mengamati tindakan pengajar, perilaku siswa, kemampuan berpikir kritis, kompetensi pemecahan masalah, keterampilan kolaboratif, dan hasil pendidikan. Analisis data dilakukan dengan teknik kualitatif deskriptif dan kuantitatif, menggunakan persentase penyelesaian klasik. Temuan memperlihatkan bahwa keterlibatan pengajar meningkat ke tingkat yang sangat baik, sementara partisipasi siswa mencapai kategori aktif. Sepanjang empat siklus tindakan, kemampuan berpikir kritis meningkat dari 21% menjadi 83%, kemampuan pemecahan masalah meningkat dari 21% menjadi 83%, dan keterampilan kolaboratif meningkat dari 33% menjadi 83% penyelesaian klasik. Penggunaan model PANOPI telah memperlihatkan kemampuannya untuk mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa, sehingga secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja tim dalam pendidikan matematika dasar.
Copyrights © 2026