Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik terhadap materi IPAS, kurangnya antusiasme dan partisipasi siswa dalam pembelajaran, serta pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi yang belum optimal. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru sehingga siswa mudah merasa bosan dan kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis kearifan lokal pada mata pelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar serta menguji tingkat validitas dan kepraktisannya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas sebelas peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Pemuteran, tiga ahli media, tiga ahli materi, tiga ahli bahasa, dan dua guru kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis kearifan lokal yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan validasi ahli, diperoleh hasil validitas dari ahli bahasa sebesar 0,92 dengan kategori sangat tinggi, ahli materi sebesar 0,88 dengan kategori sangat tinggi, dan ahli media sebesar 0,93 dengan kategori sangat tinggi. Hasil uji coba kepraktisan memperoleh persentase sebesar 91% dari guru dan 98% dari peserta didik dengan kategori sangat praktis. Media pembelajaran interaktif berbasis kearifan lokal dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar untuk mendukung pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan kontekstual serta memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada peserta didik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dapat menjadi alternatif bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada peserta didik, meningkatkan motivasi serta keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran, sekaligus mendukung pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026