Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan murid, serta menganalisis peningkatan keterampilan membaca pemahaman, berbicara, dan berpikir kritis murid kelas V melalui model PINTAS, yaitu gabungan dari Problem Based Learning, Reciprocal Teaching, dan Think Pair Share. Permasalahan yang melatari penelitian ini adalah rendahnya keterampilan membaca pemahaman, berbicara, dan berpikir kritis murid SDN Karang Mekar 6 akibat pembelajaran yang konvensional dan berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dilaksanakan dalam tiga pertemuan terhadap 21 murid kelas V. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas guru dan murid, serta rubrik penilaian keterampilan membaca pemahaman, berbicara, dan berpikir kritis, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari kriteria “baik” menjadi “sangat baik”, aktivitas murid dari “cukup aktif” menjadi “sangat aktif”, serta keterampilan membaca pemahaman, berbicara, dan berpikir kritis murid meningkat dari kriteria “kurang terampil” menjadi “sangat terampil”. Peningkatan tersebut berdampak positif terhadap ketuntasan hasil belajar murid secara klasikal. Model PINTAS direkomendasikan sebagai alternatif model pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Copyrights © 2026