Rendahnya aktivitas belajar, kemampuan mengemukakan pendapat, keterampilan kolaborasi, dan hasil belajar siswa menjadi permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II SDN Kelayan Timur 12. Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas, kemampuan mengemukakan pendapat, keterampilan kolaborasi, dan hasil belajar siswa melalui penerapan model BATIK. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa kelas II SDN Kelayan Timur 12 Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, kemampuan mengemukakan pendapat, keterampilan kolaborasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat hingga mencapai kategori sangat baik (100%), aktivitas siswa mencapai 95%, kemampuan mengemukakan pendapat mencapai 90%, dan keterampilan kolaborasi mencapai 95%. Ketuntasan hasil belajar juga meningkat, meliputi aspek afektif sebesar 86%, kognitif 100%, dan psikomotorik 86%. Temuan ini menunjukkan bahwa model BATIK efektif menciptakan pembelajaran yang aktif, komunikatif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa sehingga dapat menjadi alternatif bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Copyrights © 2026