Kompetensi krusial yang wajib dikuasai oleh peserta didik dalam menjawab tantangan edukasi abad ke-21 meliputi aktivitas belajar, kemampuan berpikir kritis, kemandirian dalam belajar, serta capaian hasil belajar. Kendati demikian, performa siswa pada tingkat sekolah dasar dinilai belum mencapai standar optimal tersebut, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Studi ini diorientasikan untuk memaparkan performa aktivitas pendidik sekaligus mengevaluasi eskalasi pada aktivitas belajar, kecakapan berpikir kritis, kemandirian belajar, dan capaian akademis siswa lewat implementasi Model PRAKARSA. Pendekatan eksperimen yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun subjek yang dilibatkan mencakup 11 partisipan didik kelas IV SDN Tanuhi pada semester II Tahun Pelajaran 2025/2026, dengan rincian 4 murid laki-laki dan 7 murid perempuan. Proses penghimpunan data diselenggarakan melalui instrumen observasi, evaluasi tes, serta dokumentasi, yang kemudian dibedah menggunakan teknik analisis deskriptif secara kualitatif maupun kuantitatif. Temuan riset mengonfirmasi adanya peningkatan performa guru hingga menembus standardisasi sangat baik. Pada aspek siswa, terjadi eskalasi aktivitas belajar hingga mayoritas anak masuk dalam kelompok sangat aktif. Kompetensi berpikir kritis juga mengalami peningkatan, dari yang semula hanya sebagian kecil menjadi sebagian besar siswa berkategori sangat terampil. Lebih lanjut, indikator kemandirian belajar melonjak hingga menempatkan mayoritas murid pada level sangat mandiri. Hasil evaluasi belajar siswa pun turut merangkak naik hingga menyentuh ambang ketuntasan klasikal yang ditargetkan dalam riset ini. Bersandarkan pada data tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan Model PRAKARSA efektif dalam mengoptimalkan aktivitas guru, aktivitas belajar, penalaran kritis, kemandirian, sekaligus hasil belajar siswa dalam ruang lingkup pembelajaran Bahasa Indonesia.
Copyrights © 2026