Keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan karakter Kayuh Baimbai murid kelas V pada pembelajaran IPAS di SDN Melayu 11 Banjarmasin masih rendah karena murid belum terbiasa menganalisis permasalahan kontekstual, berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok, dan menerapkan nilai gotong royong. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan karakter Kayuh Baimbai melalui penerapan model BINTANG yang mengintegrasikan Project Based Learning, Numbered Heads Together, dan Talking Stick. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 15 murid kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, rubrik penilaian, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada setiap siklus hingga mencapai indikator keberhasilan, yaitu keterampilan berpikir kritis sebesar 86,67%, kerja sama sebesar 93,33%, dan karakter Kayuh Baimbai sebesar 86,67%. Temuan ini menunjukkan bahwa model BINTANG dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan penguatan karakter berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026