Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh latihan passing triangle dan passing quadrangle terhadap Kemampuan passing pemain sepak bola U-17 Taruna Gomong FC. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain two-group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 24 pemain, kemudian 16 pemain yang memenuhi kriteria inklusi dipilih melalui teknik purposive sampling. Sampel selanjutnya dibagi ke dalam dua kelompok yang relatif setara dengan teknik ordinal pairing berdasarkan skor pretest. Kelompok A memperoleh latihan passing triangle, sedangkan Kelompok B memperoleh latihan passing quadrangle selama 18 sesi latihan dalam enam minggu. Instrumen penelitian menggunakan tes passing dan kontrol bola selama 30 detik yang mengacu pada Nurhasan. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas, uji t berpasangan, dan uji t independen pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan passing triangle meningkatkan Kemampuan passing secara signifikan (t = 10,58; p = 0,000) dengan peningkatan 15,38%. Latihan passing quadrangle juga meningkatkan Kemampuan passing secara signifikan (t = 5,36; p = 0,001) dengan peningkatan 12,75%. Namun, tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua metode latihan (t = 2,030; p = 0,062). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua model latihan sama-sama dapat digunakan untuk meningkatkan Kemampuan passing pemain, meskipun tidak ada metode yang terbukti lebih unggul secara statistic.
Copyrights © 2026