: Riset ini diinisiasi oleh rendahnya kapabilitas penalaran kritis, kecakapan kolaboratif, serta capaian belajar peserta didik kelas V pada muatan Pendidikan Pancasila di SDN Teluk Tiram 2 Banjarmasin. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menerapkan metodologi kualitatif dan kuantitatif yang dijalankan melintasi empat siklus instruksional. Aktivitas pembelajaran mengadopsi sintaks model BAKAWAN, sebuah formulasi integratif antara Problem-Based Learning, Cooperative Learning, dan Numbered Heads Together. Penjaringan data dilakukan via teknik observasi, instrumen evaluasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Implementasi paradigma BAKAWAN terbukti mengakselerasi kinerja pendidik, partisipasi aktif siswa, kedalaman berpikir kritis, kompetensi kooperatif, serta ketuntasan belajar. Tercatat aktivitas guru menyentuh 100%, keterlibatan siswa mencapai 88%, penalaran kritis berada pada 92%, keterampilan kolaborasi mencapai 92%, dan kriteria ketuntasan terpenuhi secara individual maupun klasikal.Model BAKAWAN merepresentasikan inovasi pedagogis berdaya guna tinggi yang mampu mentransformasi mutu pembelajaran Pendidikan Pancasila sekaligus menstimulasi kompetensi esensial abad ke-21 di sekolah dasar.
Copyrights © 2026