Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya keterampilan berpikir kritis, literasi, dan kolaborasi siswa akibat pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru, kurang bervariasinya model pembelajaran, serta rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, literasi, dan kolaborasi melalui penerapan model pembelajaran PELITA. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan selama empat pertemuan pada 25 siswa kelas V SDN Berangas 2 tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis disajikan dalam bentuk persentase untuk menunjukkan perkembangan keterampilan siswa pada setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis meningkat dari 40% menjadi 88%, keterampilan literasi dari 40% menjadi 92%, dan keterampilan kolaborasi dari 48% menjadi 96%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran PELITA mampu memfasilitasi pembelajaran yang lebih aktif sehingga ketiga keterampilan berkembang secara bertahap. Temuan ini memberikan alternatif bagi guru sekolah dasar dalam menerapkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang berpusat pada siswa.
Copyrights © 2026