Rendahnya keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Sungai Lulut 3 menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan hasil belajar siswa melalui penerapan model PILAR yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Think Pair Share (TPS), dan Teams Games Tournament (TGT). Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam empat pertemuan terhadap 12 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, penilaian keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, serta tes hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase klasikal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek, yaitu aktivitas guru dari 68% menjadi 96%, aktivitas siswa dari 42% menjadi 92%, keterampilan berpikir kritis dari 25% menjadi 83%, komunikasi dari 33% menjadi 92%, kerja sama dari 42% menjadi 100%, serta hasil belajar afektif, kognitif, dan psikomotorik masing-masing mencapai 92%, 83%, dan 92%. Dengan demikian, model PILAR efektif meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026