Silat (atau Pencak Silat) adalah seni bela diri tradisional asli Indonesia yang kaya akan gerakan, teknik, dan filosofi, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual, serta diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Istilah "Pencak" merujuk pada gerakan indah seperti, tendangan. Seni ini dipraktikkan di seluruh Asia Tenggara dan menjadi simbol identitas bangsa. Tendangan sabit dalam pencak silat adalah teknik serangan kaki dengan lintasan setengah lingkaran atau melengkung seperti sabit, biasanya menggunakan punggung kaki atau pangkal jari kaki sebagai perkenaan, dengan sasaran ke arah samping tubuh lawan, sering digunakan dalam pertandingan karena efektif dan menghasilkan bunyi yang keras. Teknik ini melibatkan tumpuan pada satu kaki, menjaga keseimbangan, dan dilakukan dengan gerakan cepat dan tepat untuk mengincar area seperti perut, pinggang, atau paha lawan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran Seberapa Besar Koneksi Explosive Power Otot Tungkai terhadap Kemampuan Tendangan Sabit Pencak Silat Pada Perguruan TRI BELA. Metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi dan Tes Perlakuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji korelasi product moment dan uji hipotesis Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil simpulan bahwa minat peserta pada perguruan Tri Bela dapat dilihat Hasil analisis menunjukkan nilai r sebesar 0.616 yang menunjukkan hubungan positif antara Power Otot Tungkai dengan Kecepatan Tendangan Sabit, dan angka tersebut termasuk kategori korelasi sangat kuat. Hasil koefisien determinasi 0,616 dapat dijelaskan bahwa sumbangan antara Power Otot Tungkai dengan Kecepatan Tendangan Sabit sebesar 61,6% sisanya sebesar 38,4% dijelaskan oleh faktor lainnya. Fhitung sebesar 14,089 dengan signifikan 0,001, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Power Otot Tungkai dengan Kecepatan Tendangan Sabit.
Copyrights © 2026