Masalah sampah plastik di sekolah dasar membutuhkan upaya pendidikan melalui pembelajaran yang mengintegrasikan literasi lingkungan secara kontekstual. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal pembelajaran sains berbasis literasi lingkungan dan mengidentifikasi potensi ecobrick sebagai alternatif pembelajaran kontekstual. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam dengan guru kelas lima di sebuah sekolah dasar di Kota Tasikmalaya. Data dianalisis melalui reduksi, presentasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran sains telah menerapkan metode aktif, integrasi literasi lingkungan terkait pengelolaan sampah plastik belum diterapkan secara sistematis. Pemahaman siswa lebih efektif melalui praktik langsung daripada melalui pembelajaran teoritis. Aktivitas ecobrick telah diterapkan dan mendapat respons positif, tetapi belum berkelanjutan. Guru percaya ecobrick memiliki potensi untuk meningkatkan literasi lingkungan siswa jika distrukturkan dalam pembelajaran sains.
Copyrights © 2026