Trasnformasi digital dalam pendidikan dasar merupakan prioritas strategis nasional yang tertuang dalam Peta Jalan Transformasi digital Pendidikan 2022-2026. Namun, implementasi digitalisasi pendidikan masih menghadapi berbagai kesenjangan anatar kebijakan dan kondisi nyata di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan integrasi digital dalam kurikulum pendidikan dasar, menganalisis faktor penghambat dan pendukungnya, serta merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis bukti ilmiah. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada empat database (Google Scholar, Scopus, ERIC, dan SINTA) dengan rentang publikasi 2022-2024 menggunakan string pencarian terstruktur. Dari 487 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 42 artikel memenuhi kriteria inklusi setelah melalui proses screening dan penilaian kelayakan. Analisis tematik menemukan empat dimensi utama kesenjangan: (1) infrastruktur teknologi yang tidak merata, (2) rendahnya kompetensi pedagogi digital guru, (3) belum optimalnya integrasi TIK dalam kurikulum, dan (4) keterbatasan akses perangkat dan konektivitas. Keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak hanya bergantung pada penyediaan teknologi, tetapi juga memerlukan penguatan ekosistem pendidikan secara menyeluruh. Diperlukan kebijakan yang inklusif, pemerataan infrastruktur, serta pengembangan kompetensi digital guru secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026