Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI KOMPARATIF IMPLEMENTASI STEM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI INDONESIA DAN TIONGKOK : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) Vina Shofwatul Munawaroh; Ulfa Saikhul Munir; Syaiful Hadi; Umy Zahroh
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.669

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan implementasi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam pembelajaran matematika di Indonesia dan Tiongkok. Studi ini dilatarbelakangi tuntutan pendidikan abad ke-21 serta rendahnya pemerataan kualitas penerapan STEM di Indonesia dan perbedaan kesiapan ekosistem pendidikan kedua negara. Selain itu, kajian komparatif sistematis yang secara khusus membahas implementasi STEM pada pembelajaran matematika lintas negara masih terbatas. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada basis data Google Scholar dan Scopus terhadap publikasi tahun 2021 sampai 2025. Sebanyak 534 artikel diidentifikasi dan diseleksi melalui tahapan penghapusan duplikasi, penyaringan judul dan abstrak, serta telaah teks penuh hingga diperoleh 12 artikel yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia dan Tiongkok sama-sama menerapkan pembelajaran matematika berbasis STEM melalui strategi aktif seperti eksperimen, proyek, diskusi, dan pemecahan masalah kontekstual. Perbedaan utama terletak pada sistem pendukung implementasi. Indonesia masih bergantung pada inisiatif guru dengan keterbatasan fasilitas dan variasi kompetensi, sedangkan Tiongkok didukung kebijakan nasional, kurikulum terintegrasi, dan pengembangan profesional guru yang sistematis. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan kompetensi guru, konsistensi kebijakan, dan pemerataan akses teknologi merupakan kunci peningkatan mutu pembelajaran matematika berbasis STEM di Indonesia pada jenjang pendidikan dasar dan menengah secara berkelanjutan.
INTEGRASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR: ANALISIS KESENJANGAN MELALUI SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Suci Handayani; Syaiful Hadi; Muhamad Zaini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14722

Abstract

Trasnformasi digital dalam pendidikan dasar merupakan prioritas strategis nasional yang tertuang dalam Peta Jalan Transformasi digital Pendidikan 2022-2026. Namun, implementasi digitalisasi pendidikan masih menghadapi berbagai kesenjangan anatar kebijakan dan kondisi nyata di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan integrasi digital dalam kurikulum pendidikan dasar, menganalisis faktor penghambat dan pendukungnya, serta merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis bukti ilmiah. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada empat database (Google Scholar, Scopus, ERIC, dan SINTA) dengan rentang publikasi 2022-2024 menggunakan string pencarian terstruktur. Dari 487 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 42 artikel memenuhi kriteria inklusi setelah melalui proses screening dan penilaian kelayakan. Analisis tematik menemukan empat dimensi utama kesenjangan: (1) infrastruktur teknologi yang tidak merata, (2) rendahnya kompetensi pedagogi digital guru, (3) belum optimalnya integrasi TIK dalam kurikulum, dan (4) keterbatasan akses perangkat dan konektivitas. Keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak hanya bergantung pada penyediaan teknologi, tetapi juga memerlukan penguatan ekosistem pendidikan secara menyeluruh. Diperlukan kebijakan yang inklusif, pemerataan infrastruktur, serta pengembangan kompetensi digital guru secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI DAN DAMPAK PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Inez Noor Apsarini; Lutfi Fatma Hilmasari; Syaiful Hadi; Umy Zahroh
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh temuan yang tidak hanya bersifat deskriptif, tetapi mampu menunjukkan gambaran mengenai implementasi dan dampak pembelajaran berdiferensiasi terhadap kurikulum merdeka pada pembelajaran Matematika secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan Systematic Literatur Review (SLR) dengan protokol PRISMA untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan menganalisis beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya secara sistematis, terukur dan terarah. Data diperoleh dari basis data Scopus, Semantic Scholar, dan Google Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish, dengan kata kunci “Independent Curriculum In Mathematics Learning” atau “Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Matematika” dan “Differentiated Learning” atau “Pembelajaran berdiferensiasi” dan “Mathematics Learning “ atau “Pembelajaran Matematika” dalam rentang publikasi 2022-2025. Dari 265 artikel yang ditemukan, setelah proses seleksi berlapis berdasarkan kriteria inkulis-eksklusi, diperoleh 40 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui sintesis temuan dan visualisasi menggunakan VOSviewer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran matematika pada Kurikulum Merdeka diimplementasikan melalui diferensiasi konten, proses, dan produk dengan tingkat penerapan yang bervariasi, di mana diferensiasi konten dan proses lebih dominan dibandingkan diferensiasi produk. Pembelajaran berdiferensiasi berdampak positif terhadap hasil belajar dan pemahaman konsep matematika, meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, serta mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan kemandirian belajar. Efektivitas pembelajaran berdiferensiasi dipengaruhi oleh kompetensi guru, penggunaan asesmen diagnostik, ketersediaan sarana pendukung, serta dukungan kebijakan dan manajemen sekolah.