Penelitian ini dimotivasi oleh stigma sosial yang terus-menerus dialami oleh mantan pekerja seks komersial (PSK) meskipun mereka telah berupaya meninggalkan profesi tersebut dan membangun kembali kehidupan mereka. Stigma sosial berupa pelabelan negatif, pengucilan sosial, dan diskriminasi berpotensi memengaruhi kepercayaan diri dan fungsi sosial mantan PSK dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini dilakukan untuk memahami dampak stigma sosial terhadap kehidupan mantan pekerja seks komersial di Rambung Dalam, Kota Binjai, Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk stigma yang dialami oleh mantan PSK, dampaknya terhadap kepercayaan diri dan fungsi sosial mereka, serta upaya yang mereka lakukan untuk mendapatkan kembali penerimaan sosial. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, karena memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap pengalaman dan kondisi sosial para partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan tiga mantan pekerja seks komersial yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma sosial tetap ada dalam bentuk persepsi negatif, gosip, penolakan sosial, dan pengucilan dari masyarakat. Kondisi-kondisi ini berkontribusi pada penurunan kepercayaan diri, perasaan rendah diri, ketakutan berinteraksi sosial, dan kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan dan membangun hubungan sosial. Meskipun demikian, para peserta menunjukkan upaya aktif untuk beradaptasi dengan terlibat dalam kegiatan sosial dan meningkatkan hubungan mereka dengan komunitas sekitar. Studi ini menyimpulkan bahwa stigma sosial memiliki dampak signifikan terhadap kepercayaan diri dan fungsi sosial mantan pekerja seks komersial. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah peserta yang lebih besar dan lingkungan penelitian yang lebih luas untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang masalah ini.
Copyrights © 2026