Penelitian ini dimotivasi oleh pengajaran apresiasi cerita rakyat dan legenda yang kurang optimal di sekolah dasar, yang masih berfokus pada pemahaman isi cerita dan belum memfasilitasi aktivitas yang memungkinkan siswa untuk menanggapi dan mengevaluasi karya sastra secara keseluruhan. Selain itu, bahan ajar yang digunakan masih terbatas pada buku teks dan belum mampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang lebih menyukai penyajian materi yang visual, interaktif, dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan bahan ajar apresiasi cerita rakyat dan legenda berbasis model P-IKADKA berupa buku flip di kelas lima sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen pendidik dan bahan ajar yang digunakan dalam pengajaran bahasa Indonesia di kelas lima sekolah dasar. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan teknik triangulasi untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran apresiasi legenda belum diterapkan secara optimal karena terbatasnya ketersediaan bahan ajar yang mampu memfasilitasi aspek kognitif, afektif, dan evaluatif. Selain itu, bahan ajar yang digunakan tidak interaktif dan tidak secara sistematis mencakup tahapan apresiasi. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan ajar berupa buku flipbook apresiasi legenda berbasis P-IKADKA yang selaras dengan kebutuhan belajar siswa kelas lima sekolah dasar.
Copyrights © 2026