Krisis moral siswa di era digital merupakan salah satu tantangan paling mendesak dalam pendidikan Islam masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan corak pemikiran tasawuf dalam tradisi intelektual Islam, dan (2) menganalisis implikasinya pembentukan moral siswa di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis-filosofis dan pedagogis. Sumber data penelitian terdiri atas berbagai literatur kepustakaan yang relevan, meliputi buku, artikel jurnal, dan karya ilmiah yang membahas corak pemikiran tasawuf serta relevansinya dalam pembentukan moral siswa di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga corak tasawuf, yaitu akhlaqi, irfani, dan falsafi, memiliki karakteristik yang khas namun saling melengkapi dalam tradisi intelektual Islam. Tasawuf akhlaqi yang diwakili Hasan Al-Basri, Al-Muhasibi dan Al-Ghazali menekankan pembentukan akhlak melalui tazkiyatun nafs. Tasawuf irfani yang dikembangkan Al-Hallaj dan Ibn Arabi berpusat pada pengalaman batin, mahabbah ilahiyah, dan konsep insan kamil. Tasawuf falsafi yang dirumuskan Ibn Sina dan Suhrawardi memadukan penalaran filosofis dengan intuisi spiritual melalui hikmah isyraqiyah. Implikasi ketiga corak ini bagi siswa di era digital mencakup dimensi perilaku (akhlaqi), dimensi batin (irfani), dan dimensi intelektual kritis (falsafi), yang bersama-sama menjadi model pembentukan moral holistik yang relevan bagi pendidikan Islam era digital.
Copyrights © 2026